Untitled

Akhirnya Saya Mengerti Rasanya Jadi ibu di Hari Ibu

Tanggal 22 Desember kemarin, diperingati sebagai Hari Ibu. Dan seperti biasa, pasti banyak sekali ucapan-ucapan yang bertebaran tentang ibu. Dari mulai yang paling mengharukan sampai meme-meme lucu tentang ibu. Yeah, tidak ada bedanya memang, setiap tahun pasti selalu sama. Tapi bagi saya, Hari Ibu kemarin memang berbeda.
https://pixabay.com/id/ibu-hadiah-khusus-warna-merah-muda-723020/
Sekarang saya sudah jadi ibu. Apakah saya sudah pantas dapat ucapan “Selamat Hari Ibu”? Sayangnya anak saya belum bisa bicara hihi. Paling cuma dapat ucapan dari suami hehe. Tapi setidaknya bagi saya, ternyata ucapan Selamat tidak begitu penting. Mungkin itu juga yang dirasakan para ibu-ibu lain

Saya hanya ingin anak saya sehat

Dari Jum’at kemarin saya sudah di Bekasi. Dan hari Minggunya Emir sakit. Batuk-batuk dan mulai rewel. Esoknya saya panggil teman saya yang bidan dan bisa pijat. Barangkali bisa mengurangi batuknya. Tapi Selasa malam mulai panas badannya. Duh sedih banget rasanya. Hari Rabu pun saya panggil lagi teman saya untuk uap supaya keluar dahak batuknya. Alhamdulillah langsung meler terus. Dan sekarang sudah berkurang batuknya, fiewh. 
Anak sakit ternyata memang bikin sedih hiks. Belum lagi tekanan kanan kiri yang menyalahkan ibunya 🙁 Semakin down-lah jadinya. Mulai disalahkan karena bisa jadi Emir batuk karena saya makan es, makan gorengan dan pengaruh ke ASI. Padahal biasanya juga tidak apa-apa. Tapi ahyasudahlah. Toh sekarang Emir sudah sembuh. Huhu saya lemah -_-

Saya tidak ingin diistimewakan

Jika banyak anak yang merasa ingin mengistimewakan ibunya di Hari Ibu, saya yang baru jadi ibu justru tidak begitu ingin. Bukan karena anak saya masih bayi jadi belum bisa apa-apa, tapi karena itulah yang saya rasakan. Kalaupun anak saya sudah besar, saya berpikiran yang penting anak saya bisa tumbuh dengan baik, sehat, pintar dan berakhlak. Itu sudah cukup jadi hadiah bagi saya. Ibu mana sih yang tidak ingin anaknya tumbuh seperti itu. 

Akhirnya saya mengerti rasanya jadi ibu di Hari Ibu

Hari Ibu bagi saya sama saja. Kalaupun ada hadiah, itu hanya bonus. Tapi kebahagiaan yang lebih adalah di saat keluarga dan anak saya terurus dengan baik oleh saya. Terasa berat memang jadi ibu karena (katanya) dari seorang ibulah keluarga bisa terlihat baik atau tidaknya. Entahlah. Mungkin itu juga yang dirasakan ibu saya atau juga ibu-ibu lain. 
Tidak penting betapa lelahnya kami, tidak penting begitu sakitnya saat melahirkan. Tapi melihat keluarga dan anak tumbuh dengan sehat dan baik, itulah kebahagiaan kami sesungguhnya.
Selamat Hari Ibu untuk para ibu-ibu hebat yang luar biasa ^_^

4 thoughts on “Akhirnya Saya Mengerti Rasanya Jadi ibu di Hari Ibu

  1. dan aku ngerti banget setelah jadi Ibu, diucapin selamat hari Ibu sama anak or suami itu sesuatu! hihihi… Dulu jarang banget ngasih selamat sama mamih, sekarang brasaaa banget kl dicuekin pas hari ibu itu kadang bikin sedih.. #brasabersalahmamamih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *