Cerita Bunda, Menyusui, Tandem Nursing

Aku Lelah Menyusui

Tanggal 1-7 Agustus ini diperingati sebagai pekan ASI sedunia. Alhamdulillah, Allah mengizinkan saya untuk bisa merasakan rasanya memberi ASI akaย menyusui.

Sejak pertama hamil dulu, niat saya memang sangat kuat untuk menyusui. Saya selalu percaya bahwa ASI adalah yang terbaik. Makanya, dulu saya sampai rela makan dan minum booster ASI apapun supaya ASI saya bisa lancar. Bahkan ketika saya dinyatakan hamil lagi saat Emir masih 6 bulan, saya masih berniat kuat untuk menyusui. Sekalipun beberapa kali merasakan kontraksi di trimester akhir kehamilan, saya tetap keukeuh menyusui.

But, time flies… Bayi kedua saya lahir. Saya mulai merasakan yang namanya lelah. Ya lelah karena menyusui. Ditambah sekarang saya harus menyusui dua bayi. Rasanya kerjaan saya hanya menyusui, menyusui, dan menyusui ๐Ÿ˜“ (Baca: Rasanya Tandem Nursing). Sampai stres rasanya, karena badan lebih capek daripada biasanya.

Saya juga sempat curhat sama suami. Suami hanya mengingatkan kalau ini memang sudah pilihan saya sendiri. Apalagi saya memang tidak rela jika Elis, adiknya Emir diberi susu formula. Sedangkan Emir, walaupun sudah dibantu sufor, tetap saja maunya nempel sama saya sebelum tidur. Itu sudah dibantu sufor. Bagaimana jika sejak awal saya benar-benar idealis tidak mau memberi Emir sufor, sementara memompa ASI pun hasilnya tidak banyak. Tidak terbayang rasa lebih lelahnya.

Sejujurnya saya juga tidak ingin mengeluh. Karena di satu sisi saya paham bahwa dua anak ini adalah amanah yang harusnya disyukuri dan menyusui keduanya adalah pilihan saya sendiri. Tidak banyak yang diberi dua nikmat ini. ย Jadi kalau pun saya capek, itu semua memang sudah jadi konsekuensi yang harus saya terima. Suami pun selalu ringan tangan bangun setiap malam untuk menimang dua bayi.

Tapi di sisi lain, entah kenapa saya merasa sekarang sedang ada di titik lelah. Ingin rasanya sehari saja lepas dari suara tangisan anak. Ingin rasanya bebas dari menyusui keduanya. Astagfirullah. Kalau sudah begini mungkin saya memang butuh istirahat barang sejenak. Mengumpulkan energi positif lagi. Karena ibu stres, bisa berpengaruh tidak baik pada anak dan ASI menjadi tidak lancar.

Sekarang saya mungkin belum bisa keluar sendirian. Maka memanfaatkan waktu sholat dan anak tidur untuk sekedar me time sebentar dan melakukan apapun yang saya suka adalah salah satu cara saya mencharge energi positif tadi. Salah satunya ya menulis ini ๐Ÿ˜Š

Saya katakan bahwa ini tidak mudah. Tapi selama suami masih setia di samping saya, mendengarkan keluhan saya, setidaknya saya merasa punya kekuatan. Karena biar bagaimana pun, dukungan suami memang kekuatan terbesar istri.

Saya hanya selalu ingat kata-kata suami, “semua ada saatnya. Sekarang kita nikmati yang ada. Kita yang mau punya anak. Kamu yang mau menyusui. Sekarang tinggal kita jalani. Anak-anak ini tidak selamanya bayi. Mereka akan tumbuh besar. Dan semuanya tidak akan lama. Kelak, kita bisa punya waktu lebih banyak untuk bersantai.”

Ah, mungkin saya hanya butuh piknik *eh.

25 thoughts on “Aku Lelah Menyusui

  1. Ada gabung di group group menyusuikah Mak? Membaur dengan teman-teman yang sama di posisi kita lumayan membantu lho Mak. Memang sih tetap ada yang nyinyir, tapi banyak juga yang saling support.

  2. Semangaaaaat… Emak2 jaman sekarang emang kudu pinter2 cari celah untuk tetap bisa bersyukur. Anak yang lucu, suami setia, hidup mapan, atau sekedar bisa me time barang sejenak harus bisa jadi charge diri.

  3. salut buat para ibu seperti mbak yang mau berlelah lelah merawat buah hatinya… istirahat saat sudah lelah manusiawi kan ya.. moga diberi kekuatan slalu oleh Allah swt ..amin

  4. saya pas masih di RS aja hampir menyerah gara2 drama ga bisa kentut pasca operasi sampe 2 hari. tp alhamdulillaah masih dikasih kesempatan oleh Alloh.

    sekarang si baby udah ga mau disufor lagi. maunya asi. botol pun saya simpen semua.

    semoga tetep sehat dan waras ya mb.

  5. Wah, rasanya pengen pelukkk bunda. Iya, bun. Saya juga kadang masih merasakan lelah mengurus si kecil. Padahal itu baru satu. Apalagi bunda 2 anak. Saluttt dan saya mengerti sekali perasaan bunda. Terkadang klo udah lelah gtu. Saya jdi pengen teriak di dalam hati "pengen istrhat, sebentarrrr aja " wkwkwkw. Jadi emak2 kita memang harus pintar2 ya menjga kewarasan kita

  6. Semangat dek… Hidup bocah ga cuma soal asi/sufor. Masih puanjaaanggggg jalan hidup dan nutrisinya. Yg penting kita mengusahakan yg terbaik.

    Klo aku kadang suka sedih sendiri liat grup ibu2 di fb, pada bringas ya dan idealis banget. Wkwkwkwk… Jadilah ibu bahagia agar anak2 juga bahagia ๐Ÿ™‚

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *