Cerita Bunda, Parenting

Manis Gurih punya Anak Jarak Dekat Sesi 2

Sudah lama sekali blog ini tak terisi. Terakhir nulis Februari. Itu pun hanya satu postingan hiks. Karena memang selain saya sempat mengalami writer block, saya juga bingung mau mengisi apa untuk blog Celoteh Bunda ini. Sementara saya merasa, anak-anak saya sudah mulai besar. ASI, MPASI, bahkan sampai toilet training rasanya sudah khatam *ceileh. Yah, walaupun kalau dipikir lagi, namanya anak, pasti akan terus punya cerita sih ya. Even mereka nanti sudah remaja atau dewasa mungkin(?) 😁

Pas kemarin mau sholat Zuhur, entah kenapa lihat Emir Elis, saya jadi kepengen nulis Manis Gurih Punya Dua Anak Jarak Dekat sesi kedua. Dengan mereka yang masih terhitung masih balita, rasanya memang masa-masa ini sebetulnya masih lumayan repot. Walaupun nggak saya pungkiri kalau repotnya berkurang dibanding saat mereka bayi dulu.

Sebelumnya baca dulu Manis Gurih Punya Dua dengan Jarak Dekat sesi 1 ya.

Manis Gurih punya Anak Jarak Dekat

Jadi sekarang, saya mau cerita manis gurih apa yang saya alami saat Emir beranjak 4 tahun, dan Elis mau 3 tahun.

Rebutan

Waduh, masa ini bener-bener lagi JOSS banget rasanya. Setiap hari, rasanya adaaaa sajaaa bahan yang jadi rebutan. Entah itu makanan, mainan, bahkan mungkin perhatian ayah bundanya. Nggak jarang, kalau kami nggak lagi mengawasi, bisa sampai main fisik hiks! Jadi saya sama suami tuh ya setiap hari kerjaannya menengahi mereka. Malah bisa-bisa bikin salah satu ngambek, lalu nangis. Karena memang nggak terima kalau dia salah.

Kami berusaha objektif. Ketika adiknya salah, ya maka tidak boleh dibela begitu saja. Tapi tetap harus dikasih tahu. Termasuk urusan kepemilikan, juga kami ajarkan. Mana punya kakak, mana punya adik, dan mana yang untuk berdua. Untuk urusan ini rasanya saya masih harus belajar sabar banyak-banyak. Karena masih suka pusing lihat mereka bertengkar 😩

Dua-duanya nangis

Nah ini, biasanya kalau sudah ditengahi setelah bertengkar, ada saja yang nangis. Karena saking kesalnya, bisa-bisa mainan atau makanannya saya ambil. Jadi deh dua-duanya nangis. Yah namanya juga masih 4 dan 3 tahun. Masih butuh diajari untuk memanage emosi 😪

Kalau urusan yang lain-lain sih, mereka sudah jarang nangis. Ya maksudnya kalau lapar, ngantuk, atau mau apa-apa sudah bisa bilang dengan jelas. Paling kalau memang lagi tantrum saja karena tidak dikasih sesuatu.

Berbagi

Walaupun mereka masih sering rebutan dan bertengkar, tidak jarang mereka juga saling berbagi. Saya selalu bilang ke anak-anak, kalau mau minta atau pinjam, dengan cara yang baik-baik. Pasti dikasih. Dan itu mereka terapkan. Kalau mereka sudah saling berbagi begini, duh kelihatan sweet sekali.

“Nih, Dek, sini kakak suapin.”

“Nih Kakak, mainan adek buat kakak aja.”

*Lalu bunda terharu*

Saling memaafkan

Kalau habis bertengkar, biasanya saya suruh mereka meminta maaf, salaman dan pelukan. Saya berharap, dengan adanya sentuhan seperti itu, kelak mereka dewasa, mereka bisa menyikapi masalah dengan bijak. Apalagi dengan saudara. Jangan pernah ada rasa saling tidak suka. Naudzubillah. Biar bagaimana, saya dan suami berharap kalau anak-anak akan akur dan saling mengayomi sampai dewasa nanti. Aamiin.

Saling melengkapi

Yang saya sangat syukuri, punya anak jarak dekat ternyata membuat Emir Elis saling melengkapi. Jadi bisa dibilang Elis lebih dulu lulus toilet training. Sementara kakaknya belum. Karena sering melihat adiknya sudah bisa ke kamar mandi, walhasil Emir mungkin jadi termotivasi. Alhamdulillah sekarang Emir pun sudah mantap lulus toilet training. Bahkan kalau pergi jauh, Emir sudah tidak mau pakai diapers. Hiks btw kapan kita bisa pergi jauh lagi ya, Nak. Semoga wabah ini cepat berakhir. Aamiin.

Atau saat Emir sudah hafal banyak doa dan surat-surat pendek. Adiknya jadi melihat. Elis pun jadi hafal dengan sendirinya. Karena memang sering dilafalkan kakaknya dengan lantang. Memang anak-anak itu memorinya masih tajam. Suka takjub lihat mereka yang menangkap pelajarannya cepat huhu.

Ngobrol dan bercanda gurau berdua

Emir Elis sudah bisa bercerita. Misalnya habis dari mana, mereka cerita. Atau habis lihat dan melakukan apa, mereka cerita. Nah lucu banget deh, kalau sudah lihat mereka saling ngobrol. Obrolan yang memang hanya dimengerti mereka berdua 😂 Kadang malah dengan mimik yang serius banget. Mungkin karena sering lihat ayah bundanya ngobrol kali ya 😂 Mereka malah jadi terlihat lucu 😂

Kadang juga kalau saya ngantuk banget, saya tinggal mereka tidur. Dan mereka asyik main berdua. Anehnya kalau saya tidur, mereka bisa akur banget 😂 Main, ketawa-tawa berdua. Tapi saya lebih senang lihat mereka begitu 😄

Sudah mulai mandiri dan bisa dimintai tolong

Ini yang lumayan menyenangkan bundanya hehe. Untuk hal-hal kecil seperti mengambil sesuatu, menutup pintu, mereka sudah bisa dimintai tolong. Jadi kalau bundanya lagi kerepotan atau mager, bisa minta tolong mereka hehe.

Untuk makan, pakai baju dan celana, Emir juga bisa sendiri. Kalau Elis masih perlu belajar. Karena belum terlalu lancar untuk memakai baju sendiri. Urusan makan, Emir Elis sudah pandai makan sendiri. Ya walau kadang masih berantakan. Setidaknya kemandirian itu, mereka yang menginginkannya sendiri.

Bisa menerapkan aturan

Selain Emir Elis sudah mulai mandiri, mereka pun sudah mulai mengerti aturan-aturan yang ditetapkan orang tuanya. Tidak boleh makan di kamar atau di sofa, harus merapikan mainan sebelum minta sesuatu, harus memunguti atau membereskan makanan yang berantakan. Atau aturan lainnya.

Tujuannya ya supaya mereka belajar mengerti bahwa apa-apa yang ada di dunia ini harus kita dapatkan dengan usaha. Agar kelak mereka dewasa, mereka juga lebih mengerti konsekuensi kehidupan.

Saat melihat mereka tidur

Dari bayi, sampai sekarang, momen saat tidur, selalu bikin melow. Masih sering bersyukur dianugerahi mereka berdua. Dengan segala keribetannya, Emir Elis tetap anugerah hidup terbesar bagi saya dan suami. Entah apa jadinya kalau hidup kami tidak ada mereka. Mereka yang membuat hidup kami betul-betul berwarna. Belajar sabar, belajar bersyukur, sampai belajar bagaimana menjadi orang tua yang baik. Semoga kami terus dilimpahi kemudahan dan keberkahan oleh Allah SWT. Aamiin.

Rasa takjub dan syukur itu masih dan akan terus ada

Sampai sekarang, saya masih takjub dan kadang masih nggak percaya bisa diamanahi anak jarak dekat begini. Tapi lama-lama saya paham apa maksud Allah mengamanahi jarak yang dekat pada saya dan suami. Mungkin salah beberapanya bisa dibaca di postingan Kelebihan Punya Anak Jarak Dekat ya. Poin-poin yang pernah saya tulis masih saya rasakan sampai sekarang.

Semoga Allah selalu memberi kami kemampuan untuk membesarkan Emir Elis dengan baik. Aamiin.

Maafkan Ayah Bunda ya, Nak kalau masih banyak kekurangan 😔

Tagged , ,

About Ade Delina Putri

Blogger, Bookish, Stay at Home Mom Keep smile, keep spirit, positive thinking ^^
View all posts by Ade Delina Putri →

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.