Pernikahan, Untitled

Kita Tidak Sempurna, Maka Pasangan Kita juga Tidak Sempurna

“Jangan menyakiti hati seorang penulis. Atau kamu akan abadi dalam tulisan-tulisannya.” Mungkin ada yang familiar dengan kalimat itu? Saya tidak tahu siapa pencetusnya. Tapi barangkali kutipan itu ada benarnya. Bagi seorang penulis, apapun dan siapapun bisa menjadi bahan tulisan. Apalagi orang-orang terdekatnya. Sudah barang tentu jadi hal yang pasti ditulis. Sebetulnya saya memang lagi mau ngomongin terkait penulis. Jadi saya…

Continue Reading

Cerita Bunda, Untitled

Jangan Baper! Karena Perkembangan Setiap Anak Berbeda

Gabung di beberapa grup parenting nggak jarang bikin saya jadi baper. Muna lah rasanya kalau saya bilang saya nggak pernah baper melihat ada anak lain yang perkembangannya lebih cepat. Misal ada ibu lain yang cerita kalo anaknya yang seumuran Emir udah lancar ngomong, sementara Emir belum lancar. Yang kayak gitu tuh bikin baper. Meskipun nggak diungkapin, meskipun kelihatannya saya cuek…

Continue Reading

Cerita Bunda, Cerita Elis, Untitled

[Surat untuk Elis] Dari Bunda yang Ingin Bercerita

Elis… Maafkan Bunda ya Nak yang jarang sekali cerita tentang Elis di blog ini. Padahal dulu Bunda pengen banget pas Elis lahir, Bunda tulis semua perkembangan Elis. Tapi apa daya, sama seperti janji Bunda dulu saat kakak Emir lahir, sekarang pun Bunda baru sempat menulis tentang Elis setelah Elis sudah bulat 4 bulan. Ya, hanya selang satu bulan dari Kakak…

Continue Reading

Tips, Untitled

Saat Kita Tidak Mengerti Apa-apa

Beberapa waktu yang lalu, Emir jatuh saat sedang dijaga oleh ayahnya. Apakah saya menyalahkan? Tidak. Lantas apa saya menjadi ibu yang cuek (HANYA) karena tidak marah pada suami? Tidak. Karena saya tahu ia sedang fokus menjaga anak dan tidak disambi main hp/melakukan yang lain. Lalu kenapa saya tidak marah atau menyalahkan suami? Karena saya tahu, tanpa perlu dimarahi dan disalahkan,…

Continue Reading

Bincang Keluarga, Untitled

#BincangKeluarga: Begini Rasanya Jadi Ibu

Dulu saya sempat skeptis kalau saya bisa lama diamanahi anak. Bukan maksud suudzon, tapi saya merasa diri ini belum pantas menjadi ibu. Dengan keadaan saya yang belum bisa apa-apa, dalam artian belum lihai mengerjakan urusan rumah tangga dan sifat kekanak-kanakkan saya yang belum hilang. Baca punya Mbak Rosa: Begini Rasanya Jadi Ibu Nyatanya saya salah. Selang sebulan menikah, Allah memberi…

Continue Reading