Cerita Bunda, Untitled

Anak Bukan Beban!

Pernah saya mengeluh pada suami bahwa saya capek sekali mengurus Emir. Ternyata jawaban suami cukup menohok, “itu artinya Ade masih menjadikan Emir sebagai beban.” Lanjutnya, “Coba berpikir kayak Ade lagi nulis. Ade nulis untuk apa, hiburan kan?” Saya mengangguk. “Coba deh jadikan Emir seperti itu. Saat Ade nemenin dia, saat Ade ngajak dia bercanda, jadiin itu sebagai hiburan.” Lantas saya…

Continue Reading

Untitled

Menghargai Pilihan Setiap Ibu

Apa jadinya jika saya menulis status seperti ini? “Ibu rumah tangga itu lebih baik dari ibu bekerja.” Saya yakin, dari satu kalimat itu saja seketika akan langsung dapat banyak sekali respon. Apalagi jika saya tambahkan “Ibu rumah tangga itu lebih baik dari ibu bekerja, karena ibu rumah tangga bisa full mengurus anak, suami, dan rumah tangganya. Sementara ibu bekerja lebih…

Continue Reading

Kids, Untitled

Karena dari Anak Pertamalah Kita Belajar

Pernah suatu malam saya menatap Emir yang sedang tidur. Pikiran saya langsung melintas, bukankah setiap orang tua seharusnya menyayangi anak pertamanya dengan lebih?  “Perlu banyak berterima kasih dan minta maaf pada anak pertama kita, karena mereka guru pertama kita jadi orangtua, dan karena merekalah kita tidak melakukan kesalahan yang sama untuk anak-anak selanjutnya.” – Foezi Citra Cuaca Elmart Baca:  4…

Continue Reading

Cerita Bunda, Untitled

Mengapa Saya Emosi?

Saya bergidik saat suami cerita tentang berita ibu yang memutilasi bayinya. Saya bergidik karena menyadari bahwa akhir-akhir ini emosi saya mudah tersulut. Kesalahan dan kekeliruan yang sepele bisa membangkitkan emosi saya. Ya, emosi saya menjadi meledak-ledak.  https://pixabay.com/id/gadis-komputer-buku-catatan-1064659/ Saya sampai merenung sendiri. Apa yang salah dari diri saya? Saya punya banyak waktu luang. Saya masih bisa melakukan me time dengan menulis…

Continue Reading

Kids, Parenting, Untitled

Kita Pernah Menjadi Seorang Anak

Hal yang paling berat menjadi ibu barangkali ketika anak-anak kita mulai dinilai yang tidak-tidak. Belum juga sembuh dari sakit setelah melahirkan, langsung ada komentar “Kok hidungnya pesek ya.” “Kok kulitnya hitam ya.” Dan bla bla bla lainnya yang terlihat dari fisiknya. Belum lagi jika dibanding-bandingkan dengan anak-anak sebelumnya atau kakak-kakaknya. “Wah cantikkan kakaknya.” “Nggak kayak kakaknya ya.” Yang lebih menjengkelkan…

Continue Reading