Cerita Bunda, Cerita Elis, Cerita Emir

Celotehan Bunda yang Sudah Lama Nggak Ngeblog

Sedih juga rasanya sudah lama banget nggak pegang blog ini. Selain karena malasnya lagi kumat, saya juga bingung mau nulis apa haha. Ya karena anak-anak juga sudah mulai besar juga. Masa-masa menyusui, MPASI, sudah lewat semua. Tinggal tantrumnya yang masih jadi PR wkwk.

Paling sekarang sih saya dan suami lagi ngalamin yang namanya kelucuan dari tingkah dan omongan mereka. (Kapan-kapan saya pengen nulis dialog dengan anak-anak yang lucu di blog ini). Cuma jujur aja, semakin besar, rasanya kesabaran saya semakin diuji wkwk.

Krisis diri, hiks

Umur saya masih ((masih)) 26 tahun. Kalau kata orang lagi masa-masa krisisnya nih. Dan itu nyata saya alami. Makanya sering saya sedih karena di saat anak saya butuh bimbingan orang tuanya, saya malah krisis diri. Sering stres, sedih, nggak karuan rasanya. Untung saya punya suami yang sikapnya lebih dewasa dan selalu bisa jadi support system buat saya. Walau nggak dipungkiri, kesabaran kami kadang-kadang memang ada masanya goyah hiks.

Yah, seperti yang pernah saya tulis, jadi orang tua itu sungguh tidak mudah. Begini rasanya jadi orang tua. Kebanyakan yang dipikirin dan mungkin yang paling utama dipikirin, anak-anaknya. Sampai-sampai sering lupa, “Tujuan hidup gue untuk gue sendiri apa ya?”

Yah, semoga saja masa-masa ini beneran cuma lagi quarter life crisis saya aja. Ke depannya bisa lebih selow. Entah gimana caranya, pasti ada jalan yang Allah kasih. Aamiin ya Rabbal Alamin.

Kabar anak-anak gimana?

Kalau ngomongin anak-anak, Alhamdulillah mereka sekarang sehat. Bulan kemarin sempat sedih sih. Elis sakit panas + radang sampai lebih dari seminggu. Sampai lemes banget anaknya. Nggak ada gairah buat main sama sepupu-sepupunya. Padahal lagi momen liburan huhu. Tapi untungnya, bisa sembuh waktu masih di Bekasi. Jadi kita semua senang hehe. Bisa lihat Elis ceria lagi dan main sama sepupu-sepupunya.

Emir ini yang masya Allah, saya amazed banget dengan dia yang super aktif. Dia mau main sama sepupu-sepupunya. Lincah gitu. Udah nggak ada Emir yang pendiam, udah nggak takut juga. Bahkan dia mau naik perosotan yang cukup tinggi waktu kita sekeluarga liburan. Seneng banget lihatnya.

Saya sama suami mikir, apa mungkin karena sekolah ada efeknya juga ya. Maklum, Emir Elis jarang keluar rumah hihi. Sekalinya keluar ya cuma saat kita pergi aja. Mungkin karena di sekolah dia sudah belajar bersosialisasi, jadi ke tempat lain pun lebih mudah sosialisasinya.

Emir sudah sekolah

By the way, saya memang sengaja nggak pernah cerita masalah sekolah Emir di blog. Yap, sebetulnya Emir sudah mulai sekolah atau lebih tepatnya masuk Kelompok Bermain sejak bulan Juli tahun lalu. Sengaja, karena saya malaslah dijudge macam-macam haha. Yang bilang anaknya masih kecil udah disekolahinlah. Yang bilang kasianlah. Endebre dan lain-lain.

Mungkin itu cuma pikiran buruk saya aja. Tapi dengan berbagai teori parenting masa kini, jujur membuat saya malas kalau orang hanya melihat dari luarnya saja, tapi mudah menghakimi. Tanpa pernah mau menyelami apa maksud dari cara saya dan suami dalam mengasuh anak.

Termasuk masalah sekolah tadi. Niat utamanya, bukan untuk akademis. Jujur saja saya dan suami tidak terlalu mementingkan itu. Yang kita mau hanyalah Emir belajar bersosialisasi dengan teman-teman yang sebayanya. Juga supaya dia punya banyak kegiatan bermain. Karena saya rasa, di sekolahnya dia akan punya lebih banyak aktivitas permainan. Makanya, kenapa saya masukkan dia ke sekolah yang memang lebih banyak bermain ketimbang hanya mengejar akademis. Ya lagian anaknya masih 3 tahun juga sih haha.

Kalau Elis, saya belum tahu apakah nanti akan sekolah juga atau tidak. Masih banyak yang harus dipertimbangkanlah.

Sekolah yang sangat berefek baik

Sekarang, Emir sudah masuk semester 2. Izin lama dia haha karena liburannya bertepatan tantenya nikahan. Jadi baru masuk tanggal 15 Januari kemarin. Padahal harusnya tanggal 2 udah masuk wkwk. Nggak apalah, sekolah dia juga nggak kami paksa. Sefleksibelnya aja. Kalau dia nggak mau masuk sekolah, ya udah di rumah aja. Kalau memang harus izin, ya izin. Toh tidak ada yang dikejar juga hehe.

Yang bikin bahagia sih, sekolahnya sangat punya efek yang baik buat Emir. Saya hampir mau nyerah waktu awal-awal dia masih bad mood masuk sekolah. Udahlah apa Emir nggak usah sekolah aja ya? Tapi untungnya suami percaya, bahwa pasti ada masanya dia menikmati. Dan benar aja. Emir lama-lama, malah menikmati sekolah. Sudah banyak temannya. Mau sosialisasi sama yang lain. Mau mengikuti intruksi permainan yang dibuat sekolah. Bahkan pelajaran akhlak dan agamanya pun dapat. Alhamdulillah.

Bangkit demi diri sendiri

Yah, jadi begitu kira-kira. Postingan ini hanyalah random celotehan seorang bunda yang sebenarnya juga kangen ngeblog 😄 Malas, tapi kangen. Merasa nggak ada gairah nulis lagi, tapi merasa ada yang hilang kalau nggak nulis-nulis. Ah sungguh rasa yang aneh 😄

Untuk sementara waktu, saya masih berjuang untuk bangkit. Membenahi diri dan memperbaiki diri. Karena saya selalu berkeyakinan, sebelum memahami parenting, ada baiknya kita memahami diri sendiri dulu. Dan sebelum menjadi orang tua, ada baiknya menjaga hubungan baik dulu dengan pasangan supaya pengasuhan juga lebih mudah untuk kompak.

Semoga teman-teman semua selalu sehat ya. Ayah Bunda sehat. Anak-anak juga sehat. Serta selalu diberi keberkahan dan ketentraman hidup oleh Allah SWT untuk kita sekeluarga. Aamiin ya Rabbal Alamin.

Tagged , , , ,

About Ade Delina Putri

Blogger, Bookish, Stay at Home Mom Keep smile, keep spirit, positive thinking ^^
View all posts by Ade Delina Putri →

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.