Cerita Emir, MPASI

Emir Sakit dan MPASI Pertama Emir

Alhamdulillah tanggal 17 Oktober kemarin, Emir tepat 6 bulan. Jadi sudah memasuki tahap diberi MPASI (Makanan Pendamping ASI) yeay ^^ Walau hari Jum’at sebelumnya harus ke rumah sakit karena suhu badannya yang panas turun, huhu. Sayangnya, karena kami belum punya termometer, alhasil tidak tahu suhu yang tepat. Apakah memang panas atau masih dalam batas normal. Jadi daripada harus menerka-nerka, saya dan suami memilih untuk membawa Emir ke dokter.

Gara-gara mandi air dingin?

3 hari sebelum hari Jum’at itu, kami memang mulai memandikan Emir pakai air dingin (air biasa maksudnya). Tadinya, supaya dia bisa terbiasa dan tidak tergantung air hangat terus. Apalagi sebentar lagi kami mau ngekos, karena rumah akan direnovasi. Sementara, di kosan baru hanya ada dapur bersama, jadi cukup ribet kalau harus bolak-balik hanya untuk menghangatkan air. Maklum kami belum punya dispenser :))
Eh, malamnya pas saya pegang badan Emir, kok terasa panas. Saya genjot ASInya. Alhamdulillah turun paginya. Yasudah kami mandikan lagi air dingin. Malamnya panas lagi, begitu seterusnya sampai 3 hari. Sempat juga beberapa kali tidak mau menyusu hiks. Karena suami mulai khawatir, akhirnya kami putuskan saja membawa Emir ke Rumah Sakit Ibu dan Anak.
Sampai di ruangan dokter, langsung diperiksa suhunya dengan termometer. 37 derajat, itu artinya suhunya sudah normal. Lalu diperiksa oleh dokter, dan kami mengeluhkan panasnya sudah 3 hari dan tidak mau menyusu. Dokter menawarkan apakah mau diperiksa lab atau tidak. Mengingat suhu badannya naik turun dan tidak mau menyusu. Kami pun menurut supaya Emir diperiksa lab.

Di hadapan dokter, kami tidak mengakui bahwa Emir habis mandi pakai air dingin. Karena pikir suami, kalau mengaku pasti (mungkin) itulah yang akan dijadikan alasan. Sementara, kami inginnya dokter memeriksa dengan detail. Mengingat selama ini Emir belum pernah panas seperti itu. Kami takut dia terkena DB (demam berdarah.red). Karena di lingkungan rumah, sebelumnya beberapa anak sudah terkena. Apalagi Emir juga beberapa kali tidak mau menyusu.

Di sinilah saya dan suami hampir menangis melihat Emir nangis sampai jerit-jerit karena diambil darahnya hiks 🙁 Maafkan Bunda dan Ayah ya Nak :'(
Setelah setengah jam menunggu hasil lab, Alhamdulillah hasilnya negatif DB. Tapi leukositnya melebihi batas, tapi kata dokter tidak apa-apa. Kami pun diberi resep obat. Dan obatnya sampai sekarang belum diminum hehe. Sebenarnya kami tidak mau Emir kena obat. Pikir kami, selama masih bisa digenjot dengan ASI, insya Allah tidak akan terjadi apa-apa. Karena takutnya kalau sudah kena obat, dia akan ketergantungan.
Sampai rumah, kami memilih untuk diberi madu saja. Alhamdulillah Emir sudah mau menyusu seperti biasa lagi. Dan sekarang Emir juga sudah sehat. Kami juga memutuskan untuk memandikan dia pakai air hangat lagi hehe. Pikir kami, berarti panas kemarin itu akibat dia dimandikan pakai air dingin. Karena setelah dimandikan pakai air hangat suhu badannya normal. Kami pun sudah beli termometer hehe.

MPASI pertama Emir

Kembali lagi ke MPASI. Untuk hari pertama, kami memberi Emir buah pisang. Dikerok biasa saja pakai sendok. Tidak diblender. Karena menurut saya, pisang sudah halus walau dikerok pakai sendok saja. Alhamdulillah tidak ada hambatan sama sekali. Dia langsung lahap. Tidak ada insiden GTM atau Gerakan Tutup Mulut. Malah nyamperin sendoknya mulu. Karena manis kali ya hehe.

Hari kedua nyoba diberi pepaya, sayangnya Emir malah kayak ogah-ogahan huhu. Jadilah cuma dapet beberapa suap saja karena kami tidak mau memaksakan. Pas dikasih pepaya ini kok malah pupnya jadi sedikit, padahal pas hari pertama pupnya lancar dan mulai padat. Jadilah hari ketiga sampai hari ini masih diberikan buah pisang. Tadi juga sebenarnya dibuatkan pure apel, ealah airnya kebanyakan, jadilah kami campur pisang juga hihi 😀

Kepinginnya sih besok atau hari selanjutnya mulai dikenalkan buah lain. Atau malah mau nyoba sayuran atau ikan-ikanan. Biar dia juga kenal dengan makanan lain. Ibu mertua juga ngasih beras merah. Niatnya sih mau dibikin tepung beras merah aja. Jadi besok-besok tinggal diseduh pakai air panas, sudah jadi 😀

Apapun makanannya semoga lahap terus ya Nak, biar Bunda dan Ayah tenang. Emir kenyang, Bunda dan Ayah senang hehe. Mohon do’a ya supaya Emir sehat terus. Semoga anak-anak Bunda semua juga sehat ya. Aamiin ^_^ 

5 thoughts on “Emir Sakit dan MPASI Pertama Emir

  1. Kalo punya anak bocil emang kudu punya termometer, buat jaga-jaga kalo si kecil demam. Paling nggak kan kita bisa tahu suhunya berapa, bukan berdasar kira2 yang hanya raba tangan doang.

    Dulu pernah anakku yang pertama pas umur setahun demam, kalo diraba panasnya cuman sumer-sumer. Kupikir paling cuman 38 derajat c, eh gak tahunya pas ditermo 40 derajat. 😀

    Semoga emir sehat dan lahap MPASInya ya. 🙂

    Oh, ya, sejauh yang aku tahu anak usia 1 tahun ke bawah sebaiknya belum dikasih madu. Soal ini bisa baca artikel2 dari google. Tapi ini hanya sekadar saran lho. Aku tetep menghormati untuk mereka yang memberi madu bagi anak di bawah 1 tahun. Hihihi. 🙂

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *