Cerita Bunda, Untitled

Jangan Baper! Karena Perkembangan Setiap Anak Berbeda

Gabung di beberapa grup parenting nggak jarang bikin saya jadi baper. Muna lah rasanya kalau saya bilang saya nggak pernah baper melihat ada anak lain yang perkembangannya lebih cepat. Misal ada ibu lain yang cerita kalo anaknya yang seumuran Emir udah lancar ngomong, sementara Emir belum lancar. Yang kayak gitu tuh bikin baper.

Meskipun nggak diungkapin, meskipun kelihatannya saya cuek aja. Ya tapi aslinya saya nggak sekuat itu kok. Sekuat apapun saya berusaha buat nggak baper, tetap aja rasa itu timbul 😂 Makanya kalau sudah timbul rasa begitu, lebih baik saya tutup grup, dan menjauhi gadget dulu 😂 Menata hatilah istilahnya biar nggak dengki 😂

Bahkan sering saya kepikiran apa saya keluar aja ya dari grup-grup parenting. Biar saya nggak baper. Biar saya fokus melihat anak-anak saya aja. Biar saya tidak membanding-bandingkan mereka lagi 😥 Tapi nyatanya sampai saat ini masih bertahan sih wkwk.

Perkembangan setiap anak kan berbeda!

Iya saya tahu kalau perkembangan setiap anak memang berbeda. Tidak bisa disama ratakan. Ada yang udah numbuh gigi dari 3 bulan, ada yang baru numbuh pas umur setahun. Ada yang mungkin udah bisa ngomong di usianya yang belum satu tahun, ada yang belum bisa meskipun udah 14 bulan. Ada yang baru bisa jalan setelah usianya 15 bulan, ada yang sudah bisa dari umur 10 bulan. Dan seterusnya. Dan sebagainya.

Makanya, mungkin Allah menegur saya dengan cara lain. Di saat saya mulai hadir rasa baper, seolah Allah ingin menunjukkan sesuatu pada saya. Di saat yang bersamaan itu saya diperlihatkan postingan-postingan di media sosial Instagram, Facebook tentang anak-anak yang terlahir spesial. Tentang mereka yang harus menahan rasa sakitnya saat lahir. Tentang mereka yang harus dipasang banyak selang agar bisa tertolong. Tentang mereka yang harus rutin terapi apa saja agar tumbuh sehat. Tentang mereka yang tetap berjuang untuk hidup. Masya Allah, nikmatMu mana lagi yang harus kudustakan? 😭

Kemudian saya melihat anak-anak (saya). Mereka terlahir sempurna. Sehat. Tanpa kekurangan apapun. Perkembangannya pun sesuai usianya meski beberapa ada yang tidak secepat anak lainnya. Lalu apa yang harus saya dustakan?

Tapi ya begitulah hidup. Di saat ada yang (sebenarnya) bisa disyukuri, tapi disitu (terselip) juga sesuatu yang kita keluhkan 😥 Maafkan aku ya Allah 😥

 

Tata hati sendiri 😎

Jadi mungkin ini alasan saya masih bertahan di grup-grup parenting. Karena kalau pikiran dan hati lagi jernih *uhuk, semua perkembangan anak yang mereka pamerkan, ya udah diterima aja. Bagus toh. Dan bisa jadi pemacu saya untuk menstimulasi anak-anak supaya lebih cepat bisa.

Selain itu, gabung di grup parenting juga bikin saya nggak ketinggalan ilmu dan informasi. Sebagian teori kekinian yang saya tahu, setidaknya juga ada andil dari mereka. Bahkan nggak jarang kalau misal ada kendala tentang anak-anak, saya nanya di grup dan ditanggapi dengan baik oleh mereka sesuai pengalamannya masing-masing.

Well, endingnya ya tergantung pikiran dan hati kita sendiri mau gimana bawanya. Mau dibawa baper ya ngikut, mau disuruh jangan dengki ya bisa. Tinggal kitanya aja harus menata sendiri 😎

*mudah-mudahan tulisan ini bisa jadi pengingat diri

7 thoughts on “Jangan Baper! Karena Perkembangan Setiap Anak Berbeda

  1. Betul mbak. Tidak perlu membanding2kan tumbang anak. Tapi juga tetap pantau di grafik tumbang sesuai usia anak spy gak ada yg miss. Selama masih sesuai chrt berarti anak2 kita emang oke tumbangnya 🙂

  2. Belum jadi ortu pun, saya udah baperan. Shasa, ponakan saya, yang bikin saya demikian. Suka amati perkembangannya, kalau ada yg kurang jadi ikut cemas. Misalnya saat ini Shasa yg jd anak TK belum bisa membaca, padahl teman2nya udah bisa. Saya bingung. Jadi tiap kali bertemu dengannya, saya selalu mengajarinya baca tulis biar lancar. Ah…gini yaa rasanya punya anak

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *