Cerita Bunda, Tips

Jangan Katakan Ini pada Ibu yang Hamil Lagi Saat Anaknya Masih Bayi!

Pertama kali hamil adiknya Emir yang sekarang, ada hal yang lebih saya takutkan daripada kekhawatiran soal kesiapan saya sebagai ibu. Yakni omongan orang-orang sekitar nantinya. Ya walaupun pada dasarnya saya orangnya bisa cuek, tapi tetap saja ada kalanya omongan orang itu bisa nyelekit (menyakiti) hati. Ditambah suasana hamil begini pastilah perasaan jadi lebih sensitif. Apalagi kalau datangnya omongan justru dari orang-orang terdekat. Kebanyakan orang kan memang hanya bisa menilai dari sisi luar. Tanpa tahu bahwa omongan mereka bisa menyakiti atau tidak. 
via Pixabay
Tapi ya untunglah, sekalipun orang-orang terdekat juga terkejut tapi mereka bisa menerima. Ya gimana lagi, wong sudah dikasih hihi. Saya juga bersyukur bisa tergabung di grup The Sundulers Indonesia, alias komunitas para ibu yang juga memiliki anak dengan jarak yang berdekatan. Dengan bergabung di grup ini, saya merasa nggak sendirian. Ternyata banyak juga lho ibu yang hamil lagi saat anak sebelumnya masih bayi. 
Nah baru-baru kemarin saya kepikiran, kenapa nggak saya tulis aja tentang kalimat atau kata-kata yang jangan dikatakan pada ibu-ibu yang kesundulan alias hamil lagi saat anaknya masih bayi. Supaya orang-orang bisa memahami bahwa ini nyatanya memang kehendak Allah. Dan kalau sudah jadi kehendakNya, tidak ada satupun yang bisa menolak 😊
Inilah beberapa jawaban yang saya kumpulkan dari ibu-ibu The Sundulers Indonesia 

Jangan katakan ini pada ibu yang hamil lagi saat anaknya masih bayi!

πŸ™… Udah hamil lagi? Emang nggak KB?
Ya kami memang nggak KB. Tapi KB pun bukan jaminan tidak bisa hamil lagi kan? Jadi kalau bertanya ini apalagi disertai ekspresi terkejut yang tidak bersahabat, sungguhlah itu membuat kami terganggu 😊
πŸ™… Kasihan dong si kakak! Ntar kurang kasih sayang.
Kami tahu. Beberapa dari kami juga sebenarnya tidak mau buru-buru, apalagi kalau melihat si kakak masih bayi. Tapi apa boleh buat jika Allah sudah berkehendak? Kami yakin kami tidak akan membedakan kasih sayang antara kakak dan adiknya.
πŸ™… Doyan banget sih bikin anak!
Aduh… percayalah bahwa kata ‘doyan’ itu sama sekali tidak pantas. Maaf, berapa banyak yang sudah berusaha tapi Allah belum juga memberikan? Tapi kami? Kami hanyalah manusia yang diberi kelebihan dan hanya bisa menerima ketentuanNya.

πŸ™… Kasihan kakaknya belum ngerti, dia belum waktunya berbagi.
Lagi-lagi kami tahu bahwa bayi kami memang belum saatnya berbagi. Tapi kami yakin bila kami melakukan sounding secara terus menerus, insya Allah si kakak pun bisa menerima dan belajar untuk punya adik dan berbagi pada adik 😊

πŸ™… Harusnya diatur dong jaraknya!
Ini sama saja seperti poin pertama. Oke, kami mungkin salah karena tidak KB atau mengatur jarak kehamilan. Tapi beberapa dari kami punya alasan untuk tidak melakukannya. Atau lagi-lagi, kami tidak bisa menyangka bahwa Allah memberikan kehamilan ini begitu cepat. 
πŸ™… Ooh pantas anaknya jadi kurus, ibunya hamil lagi sih!
Apakah semua anak yang kurus karena ibunya hamil lagi? Tidak toh. Ya, kami memang masih memberi ASI, dan pada beberapa kasus bisa jadi ASI tidak keluar karena hamil atau kontraksi bila menyusui. Tapi bukan berarti kami abai pada anak kami. Kami tetap memberikan mereka yang terbaik. Kalaupun mereka tidak minum ASI, kami akan memberinya susu formula. Dan bila mereka sudah MPASI, kami tetap perhatikan makannya kok.

πŸ™… Sapih tuh anaknya. Ntar keracunan ASI lho!
Ada lagi pendapat yang bilang bahwa ASI akan bercampur dengan darah apabila hamil. Tapi kami sudah konsultasi pada dokter kandungan, bahwa ASI akan tetap baik-baik saja. Yang terpenting adalah, selama tidak menimbulkan keluhan pada ibu hamil selama menyusui, insya Allah semua tidak akan terjadi apa-apa. 

πŸ™… Repot dibikin sendiri, udah tahu anak masih kecil!
Siapa juga sih manusia yang mau bikin repot dirinya sendiri? Sekali lagi, hamil ini bukan kemauan kami lho 😊 Kami tahu anak kami masih kecil, tapi kami juga tidak bisa menolak kehamilan ini 😊
Yah, kurang lebih kalimat-kalimat itulah yang sebisa mungkin jangan diucapkan pada ibu hamil yang anaknya masih bayi. Lebih daripada kemauan, ini sudah jadi ketentuanNya yang tidak bisa diubah. Jadi tolonglah, hargai kami. Sebab dukunganlah yang paling kami butuhkan. Atau paling tidak, berhentilah mengatakan hal-hal yang sebenarnya tidak perlu diucapkan 😊

β€œBarang siapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir maka hendaklah ia berkata baik atau hendaklah ia diam.” (Muttafaq β€˜alaih: Al-Bukhari, no. 6018; Muslim, no.47)
Sumber: https://muslimah.or.id/5118-bicara-baik-atau-diam.html

10 thoughts on “Jangan Katakan Ini pada Ibu yang Hamil Lagi Saat Anaknya Masih Bayi!

  1. yasss setuju bangett. komen2 yang ngeselin gitu bisa merontokkan semangat padahal justru ibu2 yang baru melahirkan itu butuh disupport no matter what. bayangin gimana perasaannya, udah baby blues, ditambah perasaan sedih karena omongan2 yang bikin baper gitu..

  2. Aduh omongannya kok tajem-tajem ya mbak, saya aja yang baru hamil pertama langsung nyes dengarnya. Dulu pas mbak ipar hamil anak kedua pas anaknya masih kecil saya memilih untuk diam dan nggak banyak komentar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *