Kids, Parenting

“Kapan Nih Nambah Anak?” Stop, Bercanda dan Bertanya Tentang Ini!

nambah anak

Saya akhirnya ngerti kenapa pertanyaan “Kapan nih nambah anak?” Atau “Mau nambah anak berapa nih?” Itu termasuk pertanyaan yang kurang etis. Karena faktanya punya anak bukan sekedar urusan materi. Iya, mungkin kita bisa bilang bahwa setiap anak membawa rezekinya masing-masing. Tapi nggak sesimpel itu masalahnya. Tapi juga urusan psikologis. Ya, dengan kata lain adalah kesiapan orang tuanya. Kalau orang tuanya tidak siap, mau berkata apa?

Tidak siap nambah anak, bisa jadi karena banyak hal yang tidak kita tahu

Bisa saja orang tua tidak siap karena dia merasa lelah mengurus anak. Bisa saja tidak siap karena takut tidak maksimal kalau harus nambah anak lagi. Intinya sih, semua kembali ke orang tuanya. Dan kita tidak bisa memaksakan itu. Kita nggak bisa dengan entengnya bilang, nggak perlu khawatir, anak akan ada rezekinya sendiri. Tapi kalau memang kondisi jiwa belum sepenuhnya siap, ya kasihan juga orang tuanya.

Kita nggak bisa serta merta menyamakan pikiran kita dengan orang lain. Nggak bisa memaksakan pendapat kita bahwa anak akan ada rezekinya sendiri. Maka tidak perlu juga bagi kita untuk memaksakan bahwa seolah setiap orang tua harus punya anak lebih dari satu atau dua atau seterusnya. Biar bagaimana pun, kehendak memiliki anak juga hak pada setiap orang. Kita tidak pernah tahu kondisi internal orang lain. Entah itu masalah ekonomi, atau kejiwaannya.

via GIPHY

Saya pun meyakini kok bahwa jika Allah sudah memberi anugerah anak pada kita, sekalipun saat anak kita masih bayi, itu tandanya Allah tahu kita sanggup. Tapi itu kan perkara Allah. Allah yang punya kuasa. Dan kita manusia, rasanya tidak berhak untuk banyak bicara tentang nambah anak itu seolah menjadi kewajiban.

Banyak anak banyak rezeki, keyakinan itu pun tidak bisa disama ratakan. Kamu meyakini itu, tapi kalau orang tidak yakin, kamu tidak bisa memaksa. Balik maning, kita tidak pernah tahu kondisi internal seseorang.

Punya anak tidak sebercanda itu

Punya anak tidak sebercanda itu. Tidak seperti bikin agar-agar instan yang dimasak, ditunggu, langsung jadi dan bisa dimakan. Punya anak itu proses. Mengandung, melahirkan, mengurusnya sepanjang tahun. Bahkan hingga dewasa pun anak akan tetap tanggung jawab kita selama dia belum menikah. Dan hal ini berat, Sayang.

So, jika memang kita temukan orang yang saat ini bilang tidak mau nambah anak lagi. Maka tak perlu kita banyak bicara soal rezeki, dan lain-lain atau menyamakan dirinya dengan kita. Tidak, tidak ada manusia yang pernah sama. Jika fisiknya saja sudah terpisah, maka isi pikirannya pun tidak akan pernah sama.

via GIPHY

Dan harus selalu kita ingat, bahwa kita tidak pernah tahu kondisi orang lain yang sesungguhnya :’) Jangan sampai kita justru jadi menyinggung perasaan seseorang secara tidak langsung karena pertanyaan yang menurut kita biasa-biasa saja. Kita boleh saja bertanya, asal pastikan bahwa orang yang diajak bicara, memang ingin nambah anak lagi 🙂

Dan perlu didisclaimer, bahwa tulisan ini semata karena saya miris dengan sebuah status pertanyaan tentang nambah anak. Tapi tanggapan yang hadir dalam komentar tersebut seolah-olah mewajibkan bahwa nambah anak itu baik. Padahal baik bagimu, belum tentu baik bagi orang lain. Bahkan bisa jadi kita menganggapnya baik, tapi Allah berkata itu belum tentu 🙂

Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya diantara isteri-isterimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu, maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka; dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka), maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Sesungguhnya hartamu dan dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu), dan di sisi Allah-lah pahala yang besar. [At Taghabun:14,15].

Tagged , , , , , ,

About Ade Delina Putri

Blogger, Bookish, Stay at Home Mom Keep smile, keep spirit, positive thinking ^^
View all posts by Ade Delina Putri →

4 thoughts on ““Kapan Nih Nambah Anak?” Stop, Bercanda dan Bertanya Tentang Ini!

  1. Sampai sekarang saya masih sering dibeginikan mba, ayo nambah anak cowo. Iya kalo mengandung anak cowo, lah kalo anak cewe lagi gimana dong ?
    Saya giniin balik aja, bu/ pak mau bantuin ngasuh nantinya kalo saya hamil lagi ?

  2. Hahhaha eman ada ada aja kelakuan masyarakat berkembang mah,, yg kaya gituan aja dipertanyakan kaya mereka mau ikutan aja coba sewaktu proses nya hahahaha aneh emang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.