#ModyarHood, Cerita Bunda, Cerita Elis, Cerita Emir, Kids

#ModyarHood: GTM? Its Ok

Kali ini saya mau ikutan lagi postingan kolaborasinya Mbak Okke dan Mbak Puty di #ModyarHood. Yes, itulah nama kolaborasi mereka. Jadi saya ikutan aja nambahin tagarnya supaya ketahuan Mbak Puty dan Mbak Okke kalau ini postingan untuk ikut serta kolaborasi mereka.

Baca tema #ModyarHood sebelumnya tentang buku parenting: Alasan Saya Mulai Jarang Membaca Buku Parenting

Jadi, kolab kali ini temanya GTM. Apa itu GTM? Gerakan Tutup Mulut. Siapa sih yang anaknya nggak pernah GTM? Kalau kata Mbak Okke kayaknya cuma anaknya Andien (artis penyanyi) haha. Entahlah ya. Yang jelas saya sendiri karena bukan artis jadilah pernah juga mengalami masa-masa anak nggak mau makan.

GTM Emir

Sebetulnya, terutama Emir, masa-masa GTM itu sudah terlewati. Yaitu saat dia masih satu tahun ke bawah. Saya serba salah banget saat itu. Di satu sisi saya pengen idealis untuk ngasih MPASI homemade. Saya dan suami sampai bela-belain bikinin makanan meskipun rumah lagi riweuh karena lagi direnovasi. (Baca: Idealisme Ibu Baru, Antara Ekspektasi dan Realita). Ealah tapi sampai sore pun dia nggak mau makan.

Hal-hal kayak gitu yang nggak terduga. Ada kalanya seharian dia nafsu banget makan. Ada kalanya paginya aja nafsu banget, siang sorenya melempem alias tutup mulut. Ada kalanya makan tetap biasa aja. Nafsu banget enggak, tapi ya mau makanlah. Ya gitu deh. Mau dikasih bubur instan pun ya sama begitu juga. Ada kalanya mau makan, ada kalanya enggak.

Apapun makanannya, selama dia mau makan, itu bukan GTM

Setelah satu tahun ke atas, saat sudah mulai makan makanan keluarga barulah agak lebih ringan. Karena saya mau menerapkan apapun yang dia mau makan, ya sudah yang penting ada yang masuk. Jadi nggak mesti harus makan nasi dulu baru bisa dibilang mau makan. Misal dia maunya buah, roti, biskuit, atau makanan apapun sekalipun itu cuma jus, ya sudah saya akan anggap dia nggak tutup mulut.

Yang saya akan bilang susah atau tutup mulut adalah ketika TIDAK ADA satu pun makanan yang masuk ke mulutnya. Ini biasanya terjadi kalau dia lagi sakit atau merasakan nggak enak di badannya hiks. Di sini baru saya agak panik. Karena takut dianya jadi lemes. Dan saya nggak bisa kasih dia susu. Karena pernah pengalaman, saat belum makan sama sekali, pas dikasih susu dia muntah huhu.

FYI soal susu tambahan yang saya kasih, Alhamdulillahnya nggak bikin dia kehilangan nafsu makan seperti yang sering digadang-gadangkan bahwa susu itu bisa membuat anak kehilangan nafsu makan. Ini sama sekali tidak terjadi pada Emir. Alhamdulillah atas izin Allah, nafsu makannya tetap kayak biasanya aja. Mau berapa botolpun dia nyusu, kalau memang dia lagi nafsu makan ya mau makan. Kalau nggak nafsu, bukan karena susunya tapi lebih ke sakitnya tadi.

GTM Elis

Sekarang lanjut ke Elis. Elis ini nafsu makannya terbilang biasa aja. Nggak susah banget, dan nggak yang sampai doyan banget. Mungkin memang belum masanya kali ya. Apalagi Elis ini memang masih ASI. Jadi buat dia kayaknya ASI masih jadi juara deh ?

Kalau misal dia nggak mau makan, saya nggak stres banget. Mungkin karena sudah pengalaman kakaknya dulu juga kali ya. Jadi lebih santai aja. Misal dia nggak mau makan, ya sudah kasih buah atau biskuit bayi aja. Atau kalau nggak mau juga, ya ASI aja sudah cukup.

Saya juga pernah baca sih. Anak yang masih ASI kalau nggak nafsu makan itu wajar. Dan tidak perlu dipaksa. Karena diberi ASI pun masih cukup.

GTM? Its Ok

Well, bagi saya permasalahan GTM anak ini hal yang wajar. Ya kita aja sebagai orang dewasa ada kalanya juga kan nggak nafsu makan, bahkan kadang tanpa alasan apapun mendadak bisa nggak nafsu. Jadi mungkin begitu pula yang terjadi pada anak.

So, bagi saya ya itu. Apa pun yang anak mau makan, selama masih dalam aturan yang bisa dia makan, ya sudah kasih aja. Dia maunya itu, ya sudah. Nggak mesti harus makanan berat baru bisa dibilang mau makan. Hehe ?

Kasih makanan yang diidamkan pas hamil

Bahkan pernah ada sebuah status ibu-ibu yang cerita. Kalau dia konsultasi ke dokter tentang anaknya yang nggak nafsu makan. Eh sama dokternya malah ditanya, “ibu dulu pas hamil ngidam apa?”
Dia jawab, “kentang goreng, Dok.”
“Ya sudah, kasih itu aja.”
Dan kenyatannya, kata si ibu benar lho anaknya jadi nafsu makan pas dikasih kentang goreng ?
Ceritanya kurang lebih begitu. Entah benar atau tidak, wallahua’lam ya hihi. Tapi ketika saya praktekkan ke Emir dulu memang benar sih. Pas hamil saya ngidam nasi goreng. Eh pas Emir dikasih nasi goreng dia benar lahap banget makannya ?  Mungkin ini lebih pas untuk anak di atas usia satu tahun ya. Kalau di bawah setahun ya tinggal dimodifikasi aja hehe.

Kalau Ayah Bunda, anaknya pernah GTM nggak sih? Gimana menyikapi saat mereka GTM? Share dong ?

Tagged , , , , ,

About Ade Delina Putri

Blogger, Bookish, Stay at Home Mom Keep smile, keep spirit, positive thinking ^^
View all posts by Ade Delina Putri →

7 thoughts on “#ModyarHood: GTM? Its Ok

  1. Kalo berdasarkan definisi Mba diatas, anakku (18mo) belum pernah GTM. Karena biasanya 2 suap makanan besar masih masuk sebelum dia ngga mau sama sekali. Kalo nyemil sih masih jalan terus, meski minum susu memang berkurang drastis dari usia 13-14 bulan.

    Akunya tenang karena at least masih ada makanan masuk. Yang ga tenang adalah mbak sama mbahnya ?. Kalo mulai ga mau makan pasti deh mbak sama mbahnya nawarin ina ini itu, meski ditolak juga sama anaknya.

  2. Anakku dua2nya susaaah bgt makan pas masih asi. Habis asi, si sulung jd lumayan gampang makan. Tp yg kedua, tetap masih susah. Kalau mereka berdua lagi sama2 lahap makan, duuh surga dunia.. #lebay ya mam hahaha

    Salam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.