Blog

Pernikahan

Bahagiakan Juga Pasangan, Bukan (Sekedar) Diri Sendiri

Jika kau ingin bahagia dalam sebulan, nikahi orang yang kau cintai. Jika engkau ingin berbahagia untuk selama-lamanya, bahagiakan orang yang kau nikahi. Kutipan di atas saya ambil dari salah satu tulisan Mas Fahd Pahdepie karena saya sangat setuju dengan kalimatnya. Pernikahan itu bukan bertujuan untuk membahagiakan diri sendiri. Karena kita semua sudah tahu bahwa membahagiakan diri sendiri seringkali hanya berefek sesaat.…

Continue Reading

Cerita Bunda, Untitled

Pelajaran Bersyukur dari Menjadi Ibu

Banyak sekali hal yang berubah setelah saya menjadi ibu. Salah satunya tentang bersyukur. Ya, jadi ibu membuat saya banyak sekali belajar. Dari mulai fase hamil, melahirkan, sampai anaknya sudah lahir. Saya yakin, ini baru permulaan. Pasti masih akan banyak kejutan seiring anak semakin besar. Belum lagi sebentar lagi akan hadir adiknya Emir. Semakin banyaklah rasa syukur saya. Maka nikmat Tuhanmu…

Continue Reading

Untitled

Ibu Mertua, Aku Pun Menyayangimu :’)

Sejak dulu, antara menantu perempuan dan ibu mertua, selalu ada saja masalahnya. Barangkali kita sering dengar ya kalimat itu. Merasa cemburu dengan ibu mertua, merasa suami lebih perhatian ke ibu mertua, dan masalah-masalah lainnya yang berhubungan dengan ibu mertua. Tidak terkecuali saya 🙂 Saya pun pernah mengalami saat masa-masa baby blues kemarin. Mendadak saja saya merasa cemburu dengan ibu mertua.…

Continue Reading

Pernikahan

Awas, Over Sharing dalam Grup!

Grup WhatsApp mungkin jadi salah satu sarana hiburan saya saat ini. Di tengah kesibukan sebagai ibu rumah tangga, gabung di grup WhatsApp itu memang sesuatu. Maksudnya saya bisa membaca apa saja dari mulai obrolan ringan, sharing-sharing sesuatu yang berguna sampai hal yang sekedar lucu-lucuan atau bahkan – sebenarnya tidak terlalu penting di dalam grup. Apalagi semenjak jadi ibu, saya juga…

Continue Reading

Parenting

Inner Child dan Pola Asuh Orang Tua

“Menjadi orangtua tidak semudah kelihatannya. Apa pun yang kamu katakan, kamu kerjakan, kamu sampaikan, akan sangat berpengaruh pada kepribadian anakmu. Salah ngomong sedikit, anakmu bisa mengingatnya sampai tua. Dan jadi orang yang lemah mentalnya.” (hlm. 163) Paragraf di atas adalah sebuah kutipan yang saya ambil dari buku Semusim dan Semusim Lagi karya Aninda Dwifatma. Di dalam buku tersebut memang diceritakan…

Continue Reading