Pernikahan, Tips

Persiapan Menjelang Pernikahan

Saya pernah cerita tentang pernikahan saya dengan suami yang tidak terduga. Makanya saking tidak terduganya, pernikahan kami hanya dipersiapkan selama kurang dari tiga minggu. Dari mulai dikhitbah atau ‘diminta’, lamaran, sampai akad dan resepsi pernikahan. Iyes, semua itu dilakukan kurang dari 3 minggu! Tapi dulu saya belum cerita detail ya, apa saja yang kami persiapkan. Ini juga menjawab salah satu permintaan seorang komentator, Mas Andrie di postingan saya yang ini nih. 
Sejujurnya permintaannya kurang detail. Karena saya masih bias apa yang dimaksud dengan “apa yang dipersiapin sebelum atau sesudah menikah”. Persiapan di sini maksudnya apa? Persiapan acara atau apa? Makanya saya akan jawab sepemikiran saya saja ya. 

Persiapan menjelang pernikahan

https://pixabay.com/id/cincin-link-langit-simbol-desain-684944/
Inilah yang saya persiapkan menjelang pernikahan:

1. Pasangan
Haha namanya mau nikah ya tentu saja sudah harus ada pasangannya dong. Dalam hal ini, suamilah yang menghampiri saya untuk mengajak saya menikah pada tanggal 04 Juli 2015 *uhuk. Sejarah jelasnya dibaca di sini saja ya 🙂
2. Mental
Harusnya mental poin pertama? Iya. Tapi karena mental saya saat itu masih belum matang sebelum suami datang, alhasil dengan dihampiri suami, saya mulai memikirkan kembali. Apalagi orang tua langsung menyetujui, jadilah dalam waktu yang sangat singkat, saya kembali menguatkan mental agar siap dengan kehidupan setelah pernikahan nanti.

3. Menyelesaikan segala urusan di kantor dan mengundurkan diri
Suami sudah bilang sejak awal, ingin istrinya nanti bekerja di rumah alias jadi ibu rumah tangga saja. Jadi sejak diajak menikah *eh* saya langsung mantap untuk resign. Sebelumnya, tentu saja saya langsung menyelesaikan segala urusan dan pekerjaan. Supaya setelah keluar, saya sudah tenang dan tidak ada tanggungan lagi.
4. Menyiapkan seserahan 
Urusan seserahan ini sepenuhnya dipercayakan ke saya dan keluarga. Jadi pihak suami hanya memberi uang, dan kami yang beli semua perlengkapannya. Karena seserahan itu kan juga untuk pihak wanita. Jadi wanita yang tahu apa yang dia butuhkan 🙂 Dan kami memilih untuk membungkusnya di kampung. Supaya tidak rusak di jalan :v
5. Mengurus segala urusan dokumen nikah
Setelah mantap untuk menikah, masing-masing saya dan suami, mengurus surat numpang nikah. Karena saya dan suami berbeda wilayah. Saya di Bekasi, suami dari Lamongan. Dan untunglah kami satu kampung di Kuningan, Jawa Barat. Akhirnya diputuskanlah untuk menikah di sana. Agak ribet sih memang, tapi ya ini pilihan kami untuk mengambil lokasi di tengah-tengah. 
Sampai di kampung pun, kami masih harus mengurus dokumen ke KUA. Ajaibnya, kami melakukan ini setelah acara lamaran :v Gini, kami lamaran pada pagi hari tanggal 10 Juli, nah suami dan bapak mertua (ya, lamaran kami sangat sederhana. Hanya dihadiri keluarga kami. Dari pihak suami, suami hanya datang berdua dengan bapak) harus kembali ke Surabaya siang itu juga. Jadi sebelum mereka pulang ke Surabaya, kami berdua ke KUA untuk mengurus dokumen-dokumen nikah dan menetapkan tanggal pernikahan sesuai jadwal penghulunya. Alhamdulillah, sebelum jam 11 siang, semua urusan dan dokumen selesai. Suami dan bapak pun pulang dengan tenang hehe. 
6. Persiapan acara, akad, dan resepsi
Pernikahan ditetapkan tanggal 22 Juli, dengan akad pukul 06.00 pagi. Awalnya saya dan suami ingin akad saja. Tapi ternyata orang tua saya tidak tega katanya hehe, akhirnya kami wara wiri menetapkan konsep resepsi dari mulai mencari panggung, baju nikah, tukang rias, sampai hiburannya. Di sini kami bersyukur banget punya saudara banyak hihi. Saudara kami semua membantu. Ya Alhamdulillah, semua berjalan dengan cepat.

Baca: 6 Cara Menekan Biaya Pernikahan

Finally, setelah H-1 diadakan pengajian, terlaksanalah pernikahan pada 22 Juli 2015 ^_^

Kok bisa?

Banyak banget yang bertanya, kok bisa secepat itu? Dari mulai dikhitbah sampai acara, semuanya hanya kurang dari 3 minggu. Saya cuma bisa jawab, qadarullah, takdir Allah 🙂 Saya selalu yakin, saat manusia punya niat baik, insya Allah, Allah akan melancarkan semuanya.

Kalau dipikir dengan pikiran manusia memang seringnya seperti tidak masuk akal, tapi ya kalau sudah Allah yang menentukan, manusia bisa apa, kan :)) Hal yang mungkin menurut kita tidak masuk akal, tentu saja tidak bagi Allah. Qun faya qun, kalau kata Allah jadi, ya jadilah.

Tips mempersiapkan pernikahan

Di sini saya ingin membagikan sedikit tips yang barangkali berguna bagi teman-teman yang hendak menikah.

1. Siapkan mental
Mental ini berkaitan erat dengan niat. Niat menikah untuk apa. Kalau memang untuk menyempurnakan agama, pertanyaan selanjutnya adalah sudah siapkah kita menjalani kehidupan setelah pernikahan nanti. Pasti kita ingin pernikahan hanya sekali seumur hidup kan. Maka memikirkan niat dan menyiapkan mental di awal ini penting banget. Syukur-syukur teman-teman membekalinya dengan ilmu-ilmu pernikahan.

2. Siapkan materi
Nikah gratis? Yes, kalau kamu memang menikah di KUA. Tapi tidak bagi yang ingin menikah di gedung atau rumah. Kamu harus siapkan uang 600 ribu rupiah sebagai ganti karena pelaksanaannya dilaksanakan di luar kantor. Sebenarnya nikah itu tidak bisa dibilang gratis juga sih. Untuk urusan dokumen yang harus disiapkan, seperti segala fotocopy, dan biaya jalannya tentu saja harus pake uang :)) Jadi menyiapkan materi ini juga tidak kalah penting.

3. Siapkan dokumen lengkap
Urusan dokumen ini yang agak ribet. Jadi memang harus dipersiapkan secara matang. Misal apa saja yang harus diurus, apa saja yang harus dibawa, jangan sampai ada yang ketinggalan supaya tidak capek bolak-balik. Salah satu teman saya pernah menulis urusan dokumen nikah secara lengkap. Bisa dibaca di sini ya. Teman-teman juga bisa minta bantuan ke orang tua atau keluarga untuk membantu.

4. Sisanya terserah Anda ^^
Sisanya terserah teman-teman. Ingin pelaksanaan pernikahannya seperti apa. Apakah dibuat ramai atau cukup akad saja. Apakah mau mengundang teman-teman atau cukup keluarga. Apakah di gedung atau di rumah. Semuanya selera. Asal biaya ada, semua mudah saja. Yang terpenting luruskan niat untuk menyempurnakan agama.

5. Perbanyak do’a

Menjelang nikah akan banyak sekali godaan. Bahkan keraguan pun bisa tiba-tiba muncul. Kalau sudah begini, perbanyak do’a agar diberi petunjuk oleh Allah SWT. Dan pernikahan kita diberi kelancaran sampai setelah acara nanti.

Oke, itu saja sedikit tips dari saya. Semoga membantu ^_^

Wuih panjang juga ya. Jadi permintaan Mas Andri terkait membuat postingan persiapan pasca pernikahan, saya lanjutkan di Marriage Thursday berikutnya saja. Stay tune! ^_^

8 thoughts on “Persiapan Menjelang Pernikahan

  1. Persiapan batin juga Mbak. Eh ya, persiapan pra nikah bisa juga tuh dimasukkan ikut seminar2, baca buku tentang pernikahan, ilmu fiqh dll. Dan, yang penting juga itu tes kesehatan reproduksi masing-masing calon pasangan. 🙂

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *