Pernikahan, Tips

Pillow Talk

Saya punya ritual yang hampir rutin dengan suami setiap habis maghrib. Usai sholat dan mengaji, biasanya kami akan tidur-tiduran sembari ngobrol ngalor ngidul. Atau sebut saja dengan istilah kerennya pillow talk. Eh pillow talk kan biasanya malam sebelum tidur ya. Kami kan pasangan anti mainstream. Hehe tidak, tidak begitu kok. Karena jadwal tidur kami kadang berbeda. Maklum, suami bekerja di bidang IT. Jadi kadang masih ada yang harus diselesaikan sampai malam. Eh pas masuk kamar, sayanya sudah pulas :v
http://thefrenchtouch-m-t.blogspot.co.id/2014/06/pillow-talk-and-great-divide.html
Bagi yang belum tahu, pillow talk ini adalah sesi dimana suami istri ngobrol santai sebelum atau menjelang tidur. Di sini apa saja bisa dibicarakan. Mulai dari curhat yang sepele. Kayak istri atau suami capek banget seharian, ngapain aja seharian, sampai ke pembahasan berat terkait permasalahan rumah tangga.
Balik lagi. Ritual pillow talk antara saya dan suami, mengalir saja sih. Karena memang suami kan kerja dari pagi sampai sore, ya jadi malam memang waktu khusus untuk istrinya hehe. Saya bersyukur banget punya ritual yang rutin ini. Selain itu artinya, kami sama-sama menjadi lebih terbuka, kami juga sama-sama tahu apa yang menjadi ganjalan dan apa saja yang harus dibahas. Malah sekarang sudah ada anak, jadi bahasannya tidak jauh dari bagaimana kami mau mendidiknya kelak.
Kami memang pasangan yang masih ‘ijo’ alias baru banget. Tapi saya berusaha menerapkan ilmu yang sudah saya baca dari berbagai buku tentang kehidupan pernikahan dan rumah tangga. Dan pillow talk ini adalah salah satu yang harus dilakukan oleh suami istri. Tujuannya untuk apa? Untuk membangun keintiman rumah tangga. Dengan kata lain, kedekatan antara suami dan istri. 

Menjadi Lebih Terbuka

Saya termasuk yang percaya bahwa segala permasalahan terkait dua manusia, seharusnya diselesaikan secara berdua. Dengan berdua, pembicaraan akan lebih melibatkan hati. Sama halnya suami istri. Dengan adanya pillow talk, istri bisa mengeluarkan ganjalan yang ada di hatinya. Begitu juga suami. Apa-apa yang selama ini dirasa masih menjadi kekurangan pasangan, bisa didiskusikan di sesi pillow talk ini 🙂 Jadi semuanya lebih terbuka dan tidak ada lagi yang ditutupi.

Baca: Keterbukaan dan Evaluasi dalam Rumah Tangga

Belajar untuk Saling Mendengarkan

Kami punya kesepakatan. Kalau salah satu di antara kami main gadget, ya dua-duanya main gadget juga. Tapi kalau mau ngobrol-ngobrol, ya harus ditaruh gadget dua-duanya. Biar fair. Kecuali kalau ada sesuatu yang diperlukan atau mendesak. Tujuannya apa, biar obrolan kami nyambung. Karena kami sama-sama tipe orang yang senang didengarkan. Jadi suami tahu, kalau saya nggak suka dicuekin. Suami pun sama. Nah kalau salah satu di antara kami melanggar ini ya paling dijutekkin :v

Mendengarkan ini juga sebenarnya memang sudah menjadi kebutuhan setiap manusia. Apalagi bagi wanita ya, yang mengeluarkan 20 ribu kata setiap harinya wkwk. Jadi di sesi pillow talk inilah kesempatan kita untuk saling belajar mendengarkan. Fokus apa yang sedang dibicarakan pasangan. Bukan malah sibuk sendiri. Dari mendengarkan ini juga kita belajar menghargai satu sama lain 🙂

Belajar untuk Menerima Segala Masukkan

Tidak ada keluhan tanpa solusi. Biasanya ketika salah satu dari kita mengeluh, pasti yang lain akan kasih masukkan. Karena bicaranya dari hati ke hati, jelas masukkan ini akan lebih mengena. Entah itu kritikan atau saran yang sekiranya memang dibutuhkan.

Jadi Lebih Memahami Pasangan

Dari ketiga manfaat di atas yang sudah disebutkan, manfaat inilah yang barangkali sangat penting dari pillow talk. Dengan kita saling terbuka, mendengarkan, dan menerima segala masukkan, pada akhirnya kita akan lebih mengerti karakter pasangan. Karakter inilah yang bisa dijadikan pembelajaran dalam bersikap selanjutnya.

Sekali lagi, kami memang pasangan yang tergolong masih baru. Tapi insya Allah, kami akan terus belajar. Bukan kehidupan pernikahan yang mulus 100% yang kami impikan, karena itu adalah hal yang mustahil, sebab selalu ada saja permasalahan rumah tangga. Tapi kami mau terus belajar untuk saling memahami dan saling berubah menjadi lebih baik demi kenyamanan rumah tangga 🙂

1 thought on “Pillow Talk

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *