Parenting, Pillow Talk

#PillowTalk: Anak Tidak Tidur-tidur?

πŸ‘¨ “Kayaknya kita harus ngebenerin mindset kita. Kita seneng kalo anak tidur. Tapi Kakak jadi takut kalau begitu terus, nanti anak-anak jadi ‘tidur beneran'”

πŸ‘© “Duh naudzubillah. Nggak lah, Kak. Toh kita kan juga seneng kalo anak-anak lagi main.”

Itu obrolan saya dan suami yang sudah agak lama dalam sesi #PillowTalk. Sebenarnya dari jauh-jauh hari sebelum suami bicara begitu, saya sudah mewanti-wanti diri sendiri untuk bersikap biasa saja. Dalam artian, saya tidak mau berharap anak-anak tidur terus apalagi kalau siang hari. Jadi anak-anak tidur ya ayo, tidak tidur pun ya nggak masalah.

via Pixabay

Ketika kita mengeluh

Sebab saya seringkali teringat kisah dua orang ibu. Pertama, si ibu selalu membicarakan “ingin me time” terus di media sosialnya. Mengeluhkan bahwa anak yang aktifnya cukup membuatnya lelah. Hingga suatu ketika, Allah panggil anaknya dalam kejadian tidak terduga. Innalillahi wa innailaihi raji’un 😩

Yang kedua, seorang ibu yang berbicara bahwa ia ingin menunda punya anak kedua. Alasannya karena anak pertamanya sangat aktif dan cukup melelahkan kalau harus ditambah lagi. Tapi sekarang, justru si ibu ingin punya anak lagi. Sayangnya belum juga dianugerahi Yang Maha Kuasa.

Subhanallah. Dua kisah di ataslah yang selalu terngiang di pikiran saya. Bagaimana kalau saya terus-terusan mengeluh punya anak. Mengeluh kalau mereka sangat aktif hingga membuat saya capek. Lantas Allah mendengarnya dengan cara berbeda. Naudzubillahimindzalik. Sungguh ampuni hamba yang kadang kufur, Ya Allah.

Menjadi ibu memang lelah, tapi…

Saya akui, sebagai ibu rumah tangga apalagi tanpa asisten, itu cukup melelahkan. Pekerjaan rumah yang tidak ada habisnya, ditambah mengurus dua anak dan segala keperluannya, menemani mereka bermain, cukup membuat tubuh rasanya remuk kalau dibayangkan. Belum lagi kalau mereka ada drama rewel, whuaa. Dan hanya ketika anak-anak tidurlah saya bisa istirahat.

Tapi saya pikir Allah juga tidak tidur. Di saat sekarang saya berniat lebih santai. Tidak ngoyo melakukan pekerjaan rumah yang tidak ada habisnya. Dengan menunda apa yang bisa ditunda dan mendelegasikan pekerjaan yang bisa didelegasikan. Justru Allah sendirilah yang menciptakan ruang istirahat itu bagi saya.

Baca: Bagaimana Caranya Mengurus Dua Anak yang Masih Kecil?

Nothing to loose

Ya, ketika saya dengan tulus menemani mereka bermain, nantinya mereka yang justru akan kelelahan sendiri. Alhasil tidurnya pun lebih cepat dan pulas. Malah tidak jarang, mereka bisa tidur sendiri tanpa harus saya keloni. Masya Allah.

Kalau suami bilang, nothing to loose lah. Ketika kita bersikap biasa saja, tidak berharap lebih. Dan tidak merasa akan ada sesuatu yang hilang (dalam konteks ini, waktu untuk me time), justru di saat itulah biasanya apa yang kita inginkan bisa tercapai. Mungkin kalau dalam bahasa islamnya, tawakal kali ya. Pasrah total pada Allah. Dan ketika kita pasrah, justru Allah memberikan nikmat yang tidak terduga.

Mengurus anak itu tidak lama

Seperti juga yang pernah saya tulis di postingan #ModyarHood: Menikmati Kencan Setelah Punya Anak. Mengurus anak itu sejatinya tidak lama kok. Mereka akan tumbuh besar. Mereka akan mandiri pada waktunya. Dan mereka tidak akan terlalu bergantung lagi pada orang tuanya.

Jadi sekarang, justru saatnya kita orang tua mengurusnya sepenuh hati. Menemaninya bermain. Dengan begitu mereka akan punya kesan mendalam pada orang tuanya. Kelak ketika mereka dewasa, mereka akan mengingat orang tuanya dengan baik. Orang tua yang juga tiada lelah mengurus dan mendidik mereka. Bahkan bisa jadi mereka akan ‘membalasnya’ dengan cara yang indah 😊

About Ade Delina Putri

Blogger, Bookish, Stay at Home Mom Keep smile, keep spirit, positive thinking ^^
View all posts by Ade Delina Putri →

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.