Cerita Bunda

Sounding Adik ke Emir

Semenjak tahu hamil lagi, saya mulai rutin cari-cari artikel atau informasi tentang hamil saat masih punya bayi atau pengalaman ibu-ibu yang hamil lagi saat anaknya masih bayi. Bukan apa sih, supaya saya lebih kuat dan bisa menerima saja. Karena nggak bisa dipungkiri juga, kalau kadang saya masih shock sendiri pas tahu sekarang lagi hamil (lagi) :v Bahkan saya sudah mengikuti saran dari para komentator di postingan saya yang ini dengan masuk grup The Sundulers Indonesia 😀 Hihihi, lucu juga namanya. Dasar ibu-ibu ya, adaaaa aja idenya :v Nah dengan membaca pengalaman dari ibu-ibu yang memiliki pengalaman sama kan, bikin nambah info dan pengetahuan saya juga.

Sounding adik ke Emir

Salah satunya tentang sounding adik ke kakak. Konon, menurut beberapa artikel dan pengalaman ibu-ibu yang sudah saya baca, sejak hamil, bayi kita yang sekarang sudah harus diberi tahu bahwa nanti ia akan menjadi kakak. Dengan begini, dimaksudkan ketika si adik bayi lahir, anak kita sudah mengerti dan lebih menyayangi adiknya juga terhindar dari sikap cemburu
yang begini kan romantis ya 😀
via https://pixabay.com/id/anak-anak-kakak-dan-adik-park-1023604/
So, sekarang saya sendiri sudah mulai sounding ke Emir. Saya ajak dia pegang perut saya dan saya ajak ngomong, “Halo dedeknya Emir, dedek lagi apa di perut Bunda, sehat-sehat terus yaa.” Ayahnya juga suka ajak ngobrol dedek dalam perut depan Emir. “Halo baby, lagi ngapain.” Lalu meledek Emir, “eh ini juga baby yaa” Yaa, semacam itulah.
Tentu saja harapan kami, supaya Emir bisa mengerti. Meskipun mungkin dia belum terlalu mengerti. Dengan dibiasakan, setidaknya ada pengulangan kalimat yang dia dengar setiap hari. Selain itu, seperti kata artikel dan info ibu-ibu tadi, menghindari perasaan cemburu. Meski ini pun tidak bisa kami pungkiri, cemburu rasanya akan tetap ada, apalagi pasti nanti fokus ke bayi yang baru lahir akan lebih intens. Tapi setidaknya, kami tidak ingin melupakan satu hal, bahwa Emir juga anak kami yang harus diperhatikan. Antara kakak dan adik, harus mendapat porsi yang sama. Bentuk perhatiannya, kasih sayangnya, dan tentu saja cinta kami.

Baca: Karena dari Anak Pertamalah Kita Belajar

Hmm, hamil kedua ini saya akui memang agak berat, tapi lagi-lagi selama berpikir bahwa Allah sudah menggariskan dan punya rencana baik, insya Allah pasti akan ada hikmahnya 🙂

Smangat! 😀

6 thoughts on “Sounding Adik ke Emir

  1. Adekku juga nih mbak. Baru punya bayi 6 bulan, eh skr hamil lagi.. Stress pasti, malah awalnya maaf suaminya juga mikir apa g ush ditruskan. Tp kita sekeluarga mendukunglah.. Bayi itu kan ga berdosa :(. Tp skr adekku dan suaminya udh lbh bisa trima, apalagi bayinya nanti bakal cowo, yg mana utk keluarga batak itu mah penting banget 😀

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *