Pernikahan, Untitled

Terima Kasih Suamiku Tersayang

Postingan kali ini mungkin agak sedikit melow khususnya bagi saya pribadi. Saya ingin berterima kasih pada suami saya atas segala apa-apa yang sudah dia berikan. Sudah dia lakukan untuk saya. Bahkan sudah dia relakan untuk saya.

Terima kasih, Sayang. Karena Kakak sudah memilih Ade untuk ada di separuh hidup Kakak. Padahal, dulu Ade pesimis. Merasa diri bukan siapa-siapa. Tapi Kakak meyakinkan Ade kalau keinginan menikah itu memang datang dari pilihan Kakak sendiri. Tanpa tekanan dari siapapun. Bahkan Kakak bilang kalau semua sudah Allah yang mengatur. Allah lah yang menggerakkan hati Kakak :’)

Terima kasih, Sayang. Karena Kakak sudah mau membuka diri Kakak untuk Ade. Segala apa-apa yang menjadi rahasia di luar dan tak ada yang tahu, dengan sukarela Kakak bagikan itu ke Ade. Sehingga Ade mulai mengenal diri Kakak. Bahkan tak jarang telepati kita sudah mulai bermain. Tanpa perlu diungkapkan, kita berdua sudah sama-sama saling mengerti :’)

Terima kasih, Sayang. Karena Kakak selalu berusaha keras membuat Ade bahagia. Betapapun Ade keras kepala, entah bagaimana caranya Kakak tetap sabar membimbing Ade. Tidak ada teriakan, tidak ada kata-kata tidak pantas. Yang ada hanyalah rayuan agar Ade mau melakukan apa yang sebenarnya baik bagi Ade.

Terima kasih, Sayang. Sudah begitu cinta dengan anak-anak sejak mereka masih di kandungan Ade. Tak henti-henti Kakak ajak bicara mereka masih ada di dalam perut. Hingga rela mencium bau anyir darah demi menemani Ade melahirkan. 

Terima kasih, Sayang. Telah begitu mengerti sendiri caranya menjadi ayah. Tak ada Ade mendikte apapun sejak awal menikah. Tanganmu yang keras itu memang selalu ringan membantu istrinya ini. Kakak tahu kapan saatnya Ade butuh istirahat dan Kakak yang pegang anak-anak. Bahkan dengan sendirinya mau mencoba langsung caranya memandikan bayi.

Terima kasih, Sayang. Sudah mencoba dekat dengan anak-anak sejak mereka dalam kandungan. Hingga dengan sendirinya anak-anak yang datang sendiri pada ayahnya. Tanpa disuruh, mereka sendiri yang akan minta dipeluk ayahnya. Ah, anak-anak beruntung. Mereka punya ayah yang mengerti caranya untuk dekat dengan anak :’)

Terima kasih, Sayang. Selalu bekerja keras demi keluarga. Tapi bukan yang lupa waktu. Kakak masih pulang jika dibutuhkan. Kakak akan izin jika keluarga membutuhkan. Kakak tidak akan kerja jika memang istri atau anak-anak Kakak ada yang sakit dan membutuhkan pertolongan. 

Terima kasih, Sayang. Sudah berusaha mencari nafkah yang halal untuk keluarga. Berhati-hati dengan caranya mendapatkan dan menerima harta. Memastikan bahwa keluarga Kakak hanyalah makan dan punya sesuatu dari harta yang halal.

Terima kasih, Sayang. Atas segala jatuh bangun menemani istri Kakak yang seringkali naik turun ini. Tak jarang jalannya begitu terjal dan curam. Sampai Ade sering berpikir, terbuat dari apa hati Kakak sampai mau bertahan dengan Ade sejauh ini :'( Kenapa Kakak begitu sabar menemani orang yang sungguh sering keras kepala ini.

Terima kasih, Sayang. Sudah mencoba memahami diri Ade dengan seutuhnya. Hingga Ade tak punya alasan lagi untuk mencari teman yang lain selain Kakak. Hingga Ade tak ragu lagi untuk membuka semua rahasia Ade pada Kakak.

Terima kasih, Sayang. Sudah sering berucap terima kasih, tolong, dan maaf pada istri Kakak ini. Terharu rasanya. Bahkan sekalipun Ade yang salah, Kakak yang akan duluan meminta maaf. Dan ingin kuberi satu rahasia. Saat kau meminta maaf duluan, saat itulah kutahu bahwa Kakak sudah memenangkan semua perselisihan :’)

Dan yang terakhir dalam tulisan ini. Terima kasih, Sayang. Terima kasih sudah mau bertahan dengan Ade sampai sejauh ini. Betapapun buruknya sikap Ade. Betapapun keras kepalanya Ade. Tetap saja kata “Kakak sayang Ade.” yang selalu terucap :’)

Terima kasih ini mungkin tidak cukup sampai di sini. Semakin tua usia kita. Semakin berjalan usia pernikahan kita. Akan terus ada terima kasih-terima kasih yang lain yang akan selalu Ade cari. Karena hanya dengan terima kasih, Ade tahu bahwa Ade sudah melewati satu tahap yang meningkat. Yakni belajar bersyukur :’)

Tagged

About Ade Delina Putri

Blogger, Bookish, Stay at Home Mom Keep smile, keep spirit, positive thinking ^^
View all posts by Ade Delina Putri →

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.