Kehamilan, Keluarga, Parenting, Untitled

Teruntuk Bunda yang Hamil Lagi Maupun Belum (Mau) Hamil

Saya mungkin sudah pernah cerita kalau pertama kali saya tahu hamil lagi di saat Emir masih 6 bulan, saya sempat shock. Tidak percaya bahkan nyaris tidak ingin menerima rasanya. Kalau saja tidak ada suami dan keluarga yang memberi dukungan, mungkin akan semakin sulit untuk berdamai dengan keadaan. Tapi untunglah, masa-masa itu sudah terlewati. Dan anak kedua saya kini, sudah berusia 15 bulan dan tumbuh dengan sehat dan cantik. Masya Allah.

Tapi akhir-akhir ini, saya cukup dibuat sedih jika menemukan ibu-ibu yang mengalami hal yang sama seperti saya. Hamil di saat anak pertama masih sangat kecil bahkan bayi. Bukan apa. Pasalnya beberapa dari mereka masih sulit menerima keadaan. Yang lebih parah, ada yang sampai menyakiti diri sendiri dengan menyesalinya berulang-ulang, hiks.

Teruntuk Bunda yang hamil lagi saat anakmu masih bayi,

Kehamilan itu tidak pernah salah memilih. Bukan kita yang meminta. Tapi Allah Yang Maha Esalah yang berkuasa. Kita mungkin bisa berencana untuk tidak memiliki anak lebih dulu. Tapi ada tangan-Nya yang bekerja di luar kuasa dan rencana kita.

Maka, jika kehamilan itu ‘terlanjur’ datang, tidak ada jalan lain. Satu-satunya adalah kita harus menerimanya sepenuh hati. Baik dari lisan, maupun hati.

Bicarakan pada suami. Minta dukungannya 100%. Kalau sudah, kita bisa minta dukungan juga pada keluarga dekat. Insya Allah dengan dukungan yang bulat, kita bisa menghadapinya dengan tenang.

Kita mungkin khawatir anak pertama takut ‘tidak terurus’ dengan baik. Tapi lagi-lagi jika Yang Berkuasa berkehendak, maka Ia pula yang akan mengulurkan tangan-Nya untuk membantu kita. Bagaimana caranya, kita mungkin belum terbayang. Tapi Ia sungguh punya cara sendiri yang kelak akan membuat kita takjub. Ya, Ia yang akan memampukan kita.

Dan untuk Bunda yang saat ini belum hamil lagi,

dan mungkin sedang tidak mau punya anak dulu, Barangkali Bunda ingin istirahat. Sebab masih terbayang masa-masa lelah saat hamil melahirkan saat itu.

Maka ikuti saja program Keluarga Berencana. Sebab yang alami belum pasti menjamin. Toh KB itu tidak salah. Meskipun KB juga mungkin tidak bisa menjamin 100%, tapi setidaknya kita sudah ikhtiar. Bukan karena tidak mau punya anak lagi, tapi ini hanya untuk menjaga jarak.

Bukan juga karena saya sedang promosi KB. Tidak. Tapi ini untuk menyelamatkanmu agar kau tidak terjerembab pada penyesalan yang panjang jika kelak Tuhan menganugerahi janin lagi dalam rahimmu. Sungguh, jika masa itu tiba, kita sudah tidak bisa mengelak dan mengingkarinya lagi. Jangan. Jangan kau sakiti diri dan bayi yang sedang bertumbuh itu.

Kita sendiri yang tahu kemampuan dan kesanggupan diri kita. Maka jika yang alami belum tentu bisa menjamin, minta bantuan pada yang buatan pun tidak berdosa. KB sama sekali tidak ada salahnya. Sekali lagi, ini hanya untuk menjaga jarak.

Lagi-lagi minta dukungan pada suami. Sebab dialah orang terdekat kita. Komunikasi dan sepakati permasalahan punya anak. Sebab anak bukan hanya titipan Bunda, tapi juga Ayah :’) Sehingga mengurus dan mendidiknya sudah jadi kewajiban berdua.

Terakhir, apapun keputusan Tuhan, yakinlah bahwa itu sudah jalan terbaik. Selalu minta kekuatan pada-Nya apapun yang terjadi. Agar kita selalu bisa menjadi orang tua yang selalu diberi kekuatan dan kesabaran :’)

Tagged , , , , ,

About Ade Delina Putri

Blogger, Bookish, Stay at Home Mom Keep smile, keep spirit, positive thinking ^^
View all posts by Ade Delina Putri →

1 thought on “Teruntuk Bunda yang Hamil Lagi Maupun Belum (Mau) Hamil

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.