Pernikahan

Untukmu Seorang Istri yang Tengah Bersabar

Untukmu seorang istri yang tengah bersabar;
untuk tidak mengumbar.
.
Meski banyak sekali yang ingin kau keluhkan tentang suamimu,
kau tetap menjaga dalam diammu,
karena kau adalah pakaiannya.
Menceritakan aibnya sama dengan membuka aibmu juga
padahal Allah Maha pemurah menutup aib-aib kita.
Kamu, luar biasa. -FCCE

Kutipan di atas saya ambil dari Facebook Teh Fufu. Berikut ini kalau mau lihat lebih lengkapnya:
Bukan cuma karena saya suka baca tulisan Teh Fufu, tapi saya memang suka dengan tulisan di atas. Ini juga mengingatkan saya pada fenomena saat ini. Dimana mengeluh apalagi di media sosial sudah jadi hal yang lumrah 🙁 Tepatnya di sini soal mengeluhkan suami. Duh barangkali tanpa sadar saya juga pernah sekali dua kali melakukannya 😢.
Padahal seperti yang Teh Fufu bilang, kalau suami adalah pakaian bagi istri, begitu pun sebaliknya. Suami juga manusia yang punya kekurangan sama seperti kita para istri yang punya kekurangan. Sayangnya kita lebih sering terlena untuk cepat-cepat mengeluh. Iya kalau mengeluhnya hanya dalam do’a atau keluarga saja masih lebih baik. Tapi kalau sudah mengeluh di media sosial dan dilihat orang lain? Duh >_< 
Rumah tangga memang tidak selamanya selalu sejuk dan tenang. Ada kalanya kita dan suami berbeda pendapat, berselisih paham bahkan sampai tidak tegur-teguran. Semua masalah itu memang tidak enak, tapi rasanya memang tidak bijak kalau kita justru mengumbarnya di tempat lain, apalagi sampai diketahui orang banyak. 
Maka saya juga setuju, dengan sebuah postingan di Rocking Mama (baca di sini). Daripada memperpanjang masalah, barangkali kita perlu mencoba untuk mengalah. Mengalah bukan berarti kalah. Tapi untuk bersabar dan menepis ego bahwa pertengkaran dalam rumah tangga jangan sampai diperpanjang dan jadi masalah yang berlarut-larut. 
Wajar kalau kita merasa benar, lantas inginnya suami duluan yang minta maaf. Tapi kalau suami tidak juga peka dan bertahan dengan sikapnya, apa iya kita mau terus-terusan diam dengan suami di dalam rumah selama berhari-hari? Duh nggak enak bangetlah >_< Gimana dengan anak kalau lihat orang tuanya tidak saling menegur? Biar bagaimana, anak akan merasa karena ada kontak batin.
Well, tidak mengeluh itu sulit. Mengeluh pun hal yang wajar dan dibolehkan. Tapi hendaknya keluhan itu cukup kita adukan dalam do’a pada Yang Maha Kuasa atau mengeluh hanya pada orang-orang yang ada dalam lingkup kita dan bukan untuk dilihat oleh orang banyak. Sebab mengeluh di hadapan orang banyak atau media sosial, tidak akan menyelesaikan masalah dan yang ada hanya rasa malu yang tertinggal karena kita terlanjur membongkar aib kita :((

Lagi pula dengan tidak banyak mengeluh kita bisa lebih menerapkan hidup sehat dari tropicanaslim.com. Yang mana salah satu di dalamnya adalah hidup sehat dengan memulainya dari pikiran yang positif. Tentu saja berpikir positif pada pasangan untuk kehidupan rumah tangga dan anak-anak, juga kehidupan yang akan datang 🙂

3 thoughts on “Untukmu Seorang Istri yang Tengah Bersabar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *