Bincang Keluarga, Cerita Bunda

Upload Foto Anak di Media Sosial, Iya Nggak Ya?

Upload foto anak di media sosial, iya nggak ya? Sudah jelas sih, di blog maupun di media sosial saya manapun, semua bisa melihat terpampang foto saya, suami, dan anak untuk foto profil. Bukan tanpa alasan, tapi ini juga karena amanah suami yang tidak menginginkan istrinya upload foto di medsos sendirian *mungkin beliau takut istrinya ditaksir orang hehe. Kecuali urusan job blog atau buzzer yang mengharuskan saya foto sendiri. Itu pun harus diusahakan dulu foto bertiga, atau sama anak. Kalau tidak bisa, ya paling fotonya juga biasa-biasa aja 😁

Tidak ada foto anak yang sendirian

So, bagi saya upload foto anak di media sosial, IYA. Tapiiii… dengan catatan tidak ada foto anak yang sendirian. Kenapa? Belajar dari banyak kasus, saya nggak mau foto anak saya dicuri gitu aja apalagi dijadikan untuk hal-hal yang aneh-aneh bahkan yang mengundang kejahatan. 
Apalagi baru-baru kemarin sempet santer berita tentang pelaku-pelaku pedofilia yang tergabung dalam satu grup. Yang begini ini yang bikin khawatir para orang tua yang punya anak. Dengan kurang ajarnya mereka menceritakan kejahatan-kejahatan pada anak di bawah umur di media sosial. Bukan tidak mungkin kan, foto-foto anak yang diupload juga bisa mengundang mereka untuk melakukan kejahatan lebih luas lagi. Ih naudzubillahimindzalik!
Sekarang di blog, maupun di media sosial, saya sudah memastikan bahwa tidak ada foto Emir yang sendirian. Pernah sih beberapa kali upload di Instagram story. Itu pun biasanya saya sembunyikan wajahnya, dan setelah 24 jam foto itu akan hilang dengan sendirinya. 
Dan jujur, seringkali saya juga masih ada rasa ingin pamer foto anak di media sosial. Pengen rasanya menunjukkan dia tuh lucu, dia tuh udah bisa ini dan itu, dia udah tumbuh gigi, dan lain-lainnya. Tapi ya balik lagi, apakah hasrat itu bisa membaikkan anak saya atau hanya keegoan saya saja? Jadi saya memilih opsi  menahan hasrat untuk tidak upload demi kebaikan anak saya.
Semua pilihan masing-masing orang tua ya 🙂 Kalau mau upload ya monggo, nggak juga terserah. Masing-masing pasti kan punya jalannya sendiri-sendiri. Asal jangan sampai kita kebablasan bahkan memberi info terlalu detail tentang anak. Karena kejahatan saat ini semakin merajalela huhu. Kan seperti kata Bang Napi, kejahatan bukan karena pelakunya, tapi karena adanya kesempatan. So, lebih hati-hati aja sih ya 😉

Bunda sendiri, suka nggak sih upload foto anak di media sosial?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *