Kayaknya dulu saya salah meremehkan pompa ASI. Pikir saya toh saya di rumah ini, ngapain harus pompa. Tapi ternyata pompa itu bermanfaat sekali. Salah duanya adalah bisa mengurangi sakit payudara karena kepenuhan ASI, dan kita bisa tenang meninggalkan bayi karena masih tetap bisa minum ASI. Makanya, kalau nanti ehm misal saya lahiran lagi, kayaknya saya mau coba rutin pompa ASI…
Kategori: Cerita Bunda
Bingung Nyari Kado Lahiran? Coba Breast Pads Mooimom Aja
Waktu awal melahirkan Emir dulu, Alhamdulillah dalam waktu empat harian, ASI saya langsung deras. Bisa jadi juga karena saya keras kepala untuk menyusui. Tapi ada masalah baru, ASI saya waktu itu terlampau deras sampai membasahi baju huhu. Sampai kemudian saya direkomendasikan untuk pakai breast pads supaya ASI tidak sampai rembes ke baju. Ya memang benar sih, dengan adanya breast pads…
#IloveMyImperfections, Karena Semua Ibu adalah yang Terbaik
Punya anak usia dua dan satu tahun bikin saya makin percaya bahwa saya bukan orang tua yang sempurna. Mungkin memang tidak ada orang tua sempurna itu. Toh semua manusia memang punya kekurangan, kan? Ketika waktu berjalan dan kondisi berbicara, rasanya saya harus bisa berdamai dengan ekspektasi-ekspektasi yang tak sejalan dengan teori-teori parenting. Tidak, saya sama sekali tidak sedang menyalahkan teori…
Style Before & After Married, Hmm I’m Not Fashionable
Style before & after married. Tema ini dipilih oleh Mbak Puty dan Mamamo sebagai tema #ModyarHood bulan September. Sekilas temanya sangat menarik. Saya langsung ber-hmm ria. Mengingat-ingat gimana dulu style saya sebelum nikah. Apakah saya suka dandan? Apakah penampilan saya cetar membahana? Atau jangan-jangan sama aja *eea awet muda gitu deh maksudnya ? I’m not fashionable Dua yang perlu digarisbawahi…
Orang Tua juga Butuh Waktu untuk Sendiri dan Bersama Pasangan
Semakin ke sini semakin saya paham kenapa setiap orang tua diharuskan untuk bahagia. Sebab ketika kita bahagia, mengurus anak pun jadi lebih ringan. Mau bagaimana pun tingkah dan perilaku anak, ya kita kayak maklum aja gitu. Mau pup di celana, tinggal bersihin. Mau mainan berantakan, masih bisa gembira. Mau makan berceceran, masih bisa ketawa-tawa. Ya seperti itulah. Belajar menerima mengakui…




