Emir… Ini adalah surat pertama yang Bunda tulis untuk Emir. Sejujurnya, ini karena terinspirasi dari teman-teman Bunda yang menuliskan surat untuk calon anak mereka. Sejak masih single sebenarnya Bunda juga ingin menulis. Tapi belum terpikir apa-apa. Jadilah sekarang saat Bunda sudah benar-benar memiliki Emir, Bunda bisa menulis sedikit perasaan Bunda dalam bentuk surat ini. Bunda latah ya? Hehe. Tapi latah…
Kategori: Untitled
Pelajaran Bersyukur dari Menjadi Ibu
Banyak sekali hal yang berubah setelah saya menjadi ibu. Salah satunya tentang bersyukur. Ya, jadi ibu membuat saya banyak sekali belajar. Dari mulai fase hamil, melahirkan, sampai anaknya sudah lahir. Saya yakin, ini baru permulaan. Pasti masih akan banyak kejutan seiring anak semakin besar. Belum lagi sebentar lagi akan hadir adiknya Emir. Semakin banyaklah rasa syukur saya. Maka nikmat Tuhanmu…
Ibu Mertua, Aku Pun Menyayangimu :’)
Sejak dulu, antara menantu perempuan dan ibu mertua, selalu ada saja masalahnya. Barangkali kita sering dengar ya kalimat itu. Merasa cemburu dengan ibu mertua, merasa suami lebih perhatian ke ibu mertua, dan masalah-masalah lainnya yang berhubungan dengan ibu mertua. Tidak terkecuali saya 🙂 Saya pun pernah mengalami saat masa-masa baby blues kemarin. Mendadak saja saya merasa cemburu dengan ibu mertua.…
Grup Ibu-ibu, Selow Aja Lah :D
Di era media sosial seperti sekarang, sebagian besar kita pasti tidak terlepas dari yang namanya grup atau komunitas. Termasuk di kalangan ibu-ibu. Ah, apalagi ibu-ibu ya yang biasanya memiliki lebih banyak grup. Grup tentang hamil, menyusui, anak, kelompok bermain atau sekolah anak, grup tentang kesamaan passion yang isinya ibu-ibu sampai grup antar tetangga yang juga ibu-ibu. https://pixabay.com/id/chatting-klik-wanita-bicara-1299301/ Tapi kadang grup…
Anak Bukan Beban!
Pernah saya mengeluh pada suami bahwa saya capek sekali mengurus Emir. Ternyata jawaban suami cukup menohok, “itu artinya Ade masih menjadikan Emir sebagai beban.” Lanjutnya, “Coba berpikir kayak Ade lagi nulis. Ade nulis untuk apa, hiburan kan?” Saya mengangguk. “Coba deh jadikan Emir seperti itu. Saat Ade nemenin dia, saat Ade ngajak dia bercanda, jadiin itu sebagai hiburan.” Lantas saya…