Kehamilan, Tips

5 Keluhan Ibu Hamil dan Cara Mengatasinya

Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdo’a: “Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri ni’mat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai. berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri.” (Qs. Al-Ahqaaf : 15)

Kalau dibilang seorang ibu itu harus dihormati, itu memang benar! Bukan saja karena Allah SWT sudah memerintah seperti itu, tapi karena perjuangan seorang ibu memang benar-benar luar biasa. Seperti diterangkan pada ayat di atas, “mengandungnya dan melahirkannya dengan susah payah.” Ya, saya pun sudah merasakannya. Memang benar-benar tiada tara rasanya. Makanya, setelah melahirkan dulu, saya langsung SMS ibu saya untuk minta maaf hiks.
Perjuangan ibu dimulai ketika ia hamil. Jangan kira hamil bakal lurus-lurus aja. Terkadang seorang ibu harus menahan rasa sakit atau pun keluhan selama hamil. Dia harus tetap strong agar si janin yang ada di perutnya tetap bertumbuh dengan baik sampai dilahirkan.
Beberapa keluhan ini di antaranya:

1. Mual/muntah

Ini biasanya terjadi saat trimester pertama kehamilan. Ada ibu hamil yang memang tidak mual sama sekali, atau istilahnya hamil kebo. Tapi ada juga yang hamilnya harus merasakan mual-mual seperti saya :v Hal ini wajar karena perubahan hormon pada ibu hamil sehingga bisa menimbulkan stres di dalam perut. Sensitif dengan bau-bauan, nggak mau makan makanan tertentu, sampai nggak mau minum susu hamil karena menimbulkan mual.

Cara mengatasi mual:

  • Jangan berbaring setelah makan. Beri jeda agar perut tidak kaget sehingga menyebabkan mual.
  • Makan sedikit-sedikit, tapi sering. Ini juga bisa mengurangi mual. 
  • Banyak minum air putih agar tidak dehidrasi.
  • Sebisa mungkin hindari makanan atau pun bau-bauan yang menyebabkan mual.

2. Sakit punggung

Kalau saya, sakit punggung itu sekitaran 4 sampai 5 bulanan. Di hamil kedua ini juga sudah berasa sakit punggungnya. Katanya sih wajar terjadi di trimester kedua, karena bayinya sedang membesar. 
Cara mengatasi sakit punggung:
  • Minta pijat oleh pasangan. Ini ampuh banget, dipijat-pijat seluruh punggung atau punggung bagian bawah supaya meringankan rasa sakit.
  • Perbaiki postur. Biasanya kalau lagi sakit, saya mencari posisi yang lebih enak. Entah dengan menyamping, diganjal bantal, atau pun duduk lebih tegak.
  • Bisa juga dengan mengompres punggung dengan es batu selama 20 menit.
  • Melakukan olahraga secara rutin.

3. Mudah lelah

Wajar banget kalau ibu hamil cepat lelah. Apalagi kalau sudah masuk trimester ketiga, di saat perut semakin membesar. Saya juga begitu, pas masuk trimester ketiga, biasanya pas masak nggak kuat berdiri lama-lama, akhirnya sebentar-sebentar duduk supaya nggak cepat capek hehe.
Cara mengatasi mudah lelah:
  • Tidur siang dan tidur lebih awal di malam hari.
  • Konsumsi buah dan sayur secara rutin
  • Minta bantuan pasangan atau seseorang untuk membantu mengerjakan pekerjaan rumah supaya ibu hamil tidak terlalu lelah.
  • Olahraga secara rutin juga bisa mengurangi rasa cepat lelah.

4. Sesak nafas

Sesak nafas biasanya terjadi saat trimester kehamilan yang terakhir. Karena janin terus berkembang menekan diafragma sehingga posisinya naik sekitar 4 cm. Kapasitas paru-paru juga berkurang akibat tertekan rahim yang membesar yang akhirnya menyebabkan sesak nafas. Apalagi ibu dengan kehamilan kembar yang lebih rentan memicu sesak nafas.
Cara mengatasi sesak nafas:
  • Jaga kenaikan berat badan.
  • Beri sirkulasi udara yang baik di dalam ruangan, agar ibu hamil tetap mendapat udara segar.
  • Tegakkan punggung dan tarik pundak ke belakang saat berdiri dan duduk.
  • Ambil jeda untuk beristirahat saat berjalan kaki dalam waktu lama.
  • Rentangkan tangan ke atas kepala sehingga tulang rusuk terangkat dan lebih banyak udara yang masuk ke paru.
  • Olahraga secara rutin atau jalan kaki setiap hari.

5. Kaki bengkak

Kaki bengkak juga terjadi saat trimester terakhir kehamilan. Biasanya terjadi karena penumpukkan cairan dan pertumbuhan rahim yang menyebabkan tekanan pada pembuluh darah bagian bawah sehingga mengakibatkan melambatnya aliran darah dari kaki. 
Cara mengatasi kaki bengkak:
  • Posisikan kaki lebih tinggi. Bisa dengan kursi lain jika sedang duduk, atau dengan bantal saat tiduran.
  • Luruskan kaki dan jangan menekuk atau menyilangkan kaki.
  • Konsumsi banyak air putih.
  • Gunakan sepatu dan sendal yang nyaman.
  • Kurangi makanan dengan kadar garam tinggi atau makanan cepat saji.
  • Olahraga teratur dengan berjalan kaki setiap hari.
Yah begitulah keluhan-keluhan yang biasa terjadi pada ibu hamil. So, hormatilah ibumu, ibumu, ibumu. Karena ia sudah mengandungmu dalam kepayahan 🙂
Untuk Bunda yang sedang hamil, tetap kuat dan sehat ya. Semoga keluhan selama hamil tidak menyurutkan kita untuk tetap selalu bersyukur bahwa kita sedang dititipkan anugerah yang tiada terkira 🙂

sumber referensi: alodokter.com

6 thoughts on “5 Keluhan Ibu Hamil dan Cara Mengatasinya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *