Pernikahan

Bolehkah Pasangan Melihat Gadget Kita?

Sudah pernah lihat meme di atas? Akhir-akhir ini memang cukup santer di media sosial. Seringnya sih, pihak istri yang ngeshare :v Apa jangan-jangan karena kodrat istri yang pencemburu ya hehe peace. 
Yang menarik dari meme di atas adalah, apakah semua suami istri sama? Yakni saling terbuka dengan gadget pasangannya? Kalau saya sendiri, iya. Saya dan suami tidak jarang saling kepo dengan isi gadget. Bukan perkara ada yang dicemburui, tapi karena kami memang saling terbuka. Yap, that’s point!
Apa yang membuat kami sama-sama terbuka? Ya karena memang tidak ada yang harus ditutupi. Password handphone suami, saya tahu. Password saya, suami tahu. Kalau suami mau main handphone saya, ya silakan saja. Begitu pun sebaliknya. Suami tidak pernah takut untuk meninggalkan handphonenya.

Komunikasi?

https://image.shutterstock.com/display_pic_with_logo/1020994/318254372/stock-photo-jealous-woman-spying-her-husband-mobile-phone-while-he-is-reading-a-message-318254372.jpg
Bagi saya pribadi, ketika pasangan suami istri mulai ada hal yang ditutupi, itu berarti komunikasi tidak berjalan dengan baik. Barangkali sang istri sulit untuk menyampaikan satu hal, karena takut suaminya marah. Atau sebaliknya. 
Atau bisa juga karena suami menjaga perasaan istrinya yang sangat sensitif, jadi suami memilih untuk menyembunyikannya. Untuk hal-hal tertentu, atau katakanlah hal baik, mungkin hal ini bisa ditolerir. Seperti saat saya hamil. Saat malam saya sudah tidur, suami melihat ada ular lewat di depan kamar. Ia memilih untuk menutupi hal itu, lantaran takut saya jadi terbawa pikiran macam-macam karena sedang hamil. Tapi akan beda jadinya, ketika suami atau istri mulai menutupi hal yang menyangkut urusan rumah tangga atau urusan krusial yang menyangkut kehidupan pernikahan.
Ketika akad nikah dan kata sah sudah terucap, maka saat itu pula sesungguhnya kehidupan suami istri menjadi satu. Dengan kata lain, apa yang menjadi milik suami, maka istri ikut merasakan. Apa yang menjadi masalah suami, ya istri turut merasakan. Apa yang menjadi kebahagiaan suami, istri juga merasakan. Artinya, semua tidak ada lagi kata-kata milikku, milikmu. Setelah menikah semua akan menjadi milik kita. 
Tidak terbayang bukan, jika semisal suami mendapat rezeki dari pekerjaannya, lantas ia menyembunyikan kabar bahagia itu dari istrinya. Atau saat sang istri menang arisan, ia menyembunyikannya dari suaminya. Untuk hal sepele semacam ini saja terlihat sangat tidak enak, bukan. Lalu bagaimana untuk urusan yang lebih berat? Tentu saja salah satu pihak akan merasa dirugikan dan tidak dihargai. 
Itu sebabnya komunikasi antar pasangan harus dijaga. Suami istri harus tahu adab dalam pernikahan. Suami istri harus tahu apa yang menjadi ganjalan di hati pasangannya. Kembali lagi, ketika kita yang menginginkan pernikahan terjadi, maka saat itu pula seharusnya kita sudah tahu apa yang harus dan tidak boleh dilakukan. 

Melihat gadget? Santai saja 🙂

Kembali lagi. Berhubungan dengan meme tadi, apa kita masih takut pasangan melihat gadget kita? Kalau iya, coba periksa. Apa yang menjadi ketakutan? Oh ya, saya ingin mengatakan satu hal, jangan sampai ada affair dalam pernikahan. Chat dengan mantan, atau dengan lawan jenis. Menceritakan permasalahan rumah tangga pada orang luar. Jangan. Alih-alih niat awalnya ‘hanya’ ngobrol biasa, bisa saja hal ini hanya akan merusak kehidupan rumah tangga. 
Namun bila yang menjadi ketakutan adalah kemarahan pasangan, barangkali kita yang harus mulai untuk membenahi cara komunikasi kita. Karena sesuatu yang dimulai dari hati, akan sampai juga ke hati. 
Jadi, masih takutkah pasangan melihat gadgetmu? Semoga tidak ya 🙂

34 thoughts on “Bolehkah Pasangan Melihat Gadget Kita?

  1. Sama mbak, aku juga sama-sama terbuka. Gak ada rahasia. Termasuk password. Da emang da gak ada apa2 juga ya. Tapi gak pernah kepo juga sama urusan masing2. Saling percaya aja. Termasuk kalo ada japrian dari lawan jenis. Paling2 urusan kerjaan. 🙂

  2. Ini pokok bahasan yang menarik nih. Tiap pasangan saya rasa puna cara yang berbeda-beda untuk menyikapi hal ini.

    Kalau di keluarga kami, saya dan istri saya. Satu sama lain tidak mencampuri hal yang sangat pribadi. Contohnya dompet dan Gadget(dan ini tidak ada perjanjiannya, ini terjadi begitu saja)
    .
    Di usia perkawinan yang sudah lebih dari dua puluh tahun ini, tak ada lagi yang perlu kami sembunyikan. Jika ada hal yang berbeda dari biasanya? … percayalah kami berdua bisa saling mengetahuinya … hehehe. Gampang ketebak.
    .
    Tanpa melihat HP, Dompet atau rekening. Istri saya tau berapa yang saya dapat setiap bulan dan kemana larinya dana tersebut.
    Sebaliknya … Berapa yang didapat oleh istri tiap bulan ? Saya juga tau, karena dia beri tau. Dan saya merasa tidak perlu tau untuk apa penggunaan uang tersebut, karena itu uang dia.
    (uangku adalah uangmu, uangmu ya uangmu sendiri … hahaha)

    Salam saya Mak

  3. Dulu jaman masih pacaran saya masih agak was-was kalo pasangan buka HP, maklum dulu kadang masih "bandel" sih ahahaha. Tapi sejak menikah kami bener-bener terbuka. Bahkan saya sering balas chat di hp mas suami, begitu pun sebaliknya. Tapi tentu saja ngomong dulu sama yang punya atau bahkan emang disuruh 🙂

  4. Ngga ada larangan buka isi henpon masing-masing siy, cuma udah jadi kebiasaan kalo kami ngga ada yang iseng buka-buka sendiri tanpa izin. Males aja gitu. Hahahaha 😀

  5. alhamdulillah, kami berdua saling terbuka dan saling membebaskan utak atik gadget. tp males ngepoin juga sih. karena saya yang lebih aktif pake gadget. suami kl dah sampe rumah ya gadget nongkrong di meja… hahaha..

  6. Kalimat "Chat dengan mantan, atau dengan lawan jenis. Menceritakan permasalahan rumah tangga pada orang luar. Jangan. Alih-alih niat awalnya 'hanya' ngobrol biasa, bisa saja hal ini hanya akan merusak kehidupan rumah tangga." ini yang kerap dijadikan alasan saat ada konflik rumah tangga.

    Alhamdullilah, walaupun baru menginjak usia perkawinan ke 20, dan tidak mudah begitu saja melewatinya. Yang pasti saling memahami aja sih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *