Cerita Bunda, Pernikahan, Tips

Bagaimana Meyakinkan Diri Bahwa Dia Jodoh Kita?

Beberapa hari lalu saya lihat story istri Mas Kurniawan Gunadi, Mbak Apik tentang ada seseorang followersnya yang bertanya, “Tips meyakinkan diri bahwa dia jodoh terbaik?” Ehm, saya jadi pengen curhat juga hehe. Bagaimana meyakinkan diri bahwa dia jodoh kita?

2012 saya kembali bertemu dengan suami. FYI, suami itu kakak sepupu saya 😊 Jadi kami masih keluarga dekat hehe. Ibu beliau adalah kakak dari ibu saya. Saya nggak akan cerita panjang lebar gimana proses kami bisa menikah. Itu sudah ada di postingan Jodoh yang Tak Pernah Terduga yang pernah saya tulis. Di sini saya cuma mau cerita berkaitan dengan pertanyaan followers Mbak Apik tadi tentang meyakinkan diri bahwa dia jodoh kita.

Meyakinkan diri bahwa dia jodoh kita

Rasa yakin yang tumbuh begitu saja

2012 itu saya langsung intens kontakkan sama suami. Walaupun ya kami LDR-an. Tapi saat 2013, kami mulai menjauh. Alasannya juga sudah saya tulis di postingan ini. Nah, sepanjang tahun itu, entah kenapa saya sulit sekali untuk move on. Rasanya saya yakin sekali bahwa suami itu jodoh saya. Saya juga tidak tahu keyakinan itu dari mana. Sampai-sampai saya menulis satu buku yang isinya curahan hati saya tentang dia. Dan di setiap akhir kalimatnya, saya selalu menulis *semoga kau mendengar. Lagi-lagi ya terdorong begitu saja.

So, mungkin inilah yang dinamakan kemantapan hati. Saat kita yakin bahwa dia akan menjadi suami kita. Kemantapan yang kadang kita nggak tahu gimana caranya bekerja. Yang jelas hati kita begitu yakin aja. Di lubuk hati pun saya pernah merasa kepedean. Takut-takut kalau keyakinan itu cuma ilusi saya aja. Kayak saking berharapnya jadi meyakinkan diri gitu haha. Tapi setelah benar-benar menikah, saya makin yakin kalau kemantapan jauh di lubuk hati saya saat itu memang benar adanya.

Jadi, biarkan hati bekerja dengan caranya sendiri. Kita nggak perlu memaksakan untuk meyakinkan diri. Setiap kita pasti pernah merasa bahwa ada keyakinan yang tumbuh gitu aja. Nah itulah kemantapan hati. Saat kita sudah yakin, insya Allah, dia memang jodoh kita 😊

Baca: Nikah Muda itu Nggak Gampang!

Restu orang tua

Yang kedua, restu orang tua. Orang tua itu tombak kita dalam mencari jodoh. Buat saya pribadi, kalau orang tua sudah ridho, apapun akan terasa lebih mudah jalannya. Orang tua saya dan orang tua suami ridho banget saat itu kalau suami dan saya menikah. Makanya, meskipun suami sempat menjauh dari saya, ehm, doa orang tualah yang bekerja. Bahkan suami cerita, kalau ayah mertua saya berdoa tentang kami di depan Kakbah saat beliau umrah. Masya Allah :’)

Maka saya bisa bilang kalau orang tua sudah ridho dengan jalan yang kita pilih, insya Allah kemantapan hati dalam menentukan jodoh itu lebih gampang. Tapi kalau orang tua ridhonya setengah-setengah atau malah tidak ridho, lebih baik bermain aman. Siapa tahu itu cara Tuhan menunjukkan bahwa si dia memang belum pantas bagi kita πŸ™‚ Mau maksa? Terserah. Itu pilihan. Toh semua jalan yang kita pilih, itu sudah ada konsekuensi yang harus dipertanggung jawabkan 😊

Jalan untuk menikah yang sangat dimudahkan

Persiapan pernikahan saya dengan suami hanya memakan waktu kurang dari 1 bulan. Dari mulai meminta, melamar, sampai menikah. Yes, secepat ituΒ πŸ˜„ Semuanya terasa dimudahkan banget. Dari mulai membeli segala perlengkapan seserahan, menentukan tanggal lamaran dan pernikahan, sampai acara pernikahan itu sendiri. Alhamdulillah, Allah kasih jalan tanpa hambatan sama sekali.

Bisa jadi juga inilah yang dinamakan jodoh *ehm lagi. Saat kita tidak mendapat kesulitan apapun untuk melangkah. Dan dilancarkan saat mempersiapkan segala sesuatu menuju arah pernikahan 😊

Baca: Agar Tidak Takut Menikah, Bicarakan 5 Hal Ini pada Pasanganmu

Hanya Allah Maha Membolak-balikkan hati

Yang jelas, benar kata Mbak Apik. Kalau kemantapan hati itu sebetulnya susah dideskripsikan. Hanya Allah dan diri sendiri saja yang tahu bagaimana rasa dan caranya bekerja.

Dan satu hal, jangan pernah untuk lepas doa. Karena hanya pada Allah lah kita bisa minta kekuatan. Dan Allah pula yang Maha Membolak-balikkan hati.

β€œBisa jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan bisa jadi kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.”(QS. Al Baqarah: 216)

Ketika Allah sudah memberi petunjuk-Nya, tinggal kita ikuti saja arahnya. Dengan mengikuti sesuai kata hati terdalam, insya Allah, itulah jawaban yang terbaik. Terakhir, selalu yakin bahwa Allah lebih tahu yang baik untuk kita, dan apa yang kita butuhkan 😊

Tagged , , , , , , ,

About Ade Delina Putri

Blogger, Bookish, Stay at Home Mom Keep smile, keep spirit, positive thinking ^^
View all posts by Ade Delina Putri →

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.