Cerita Bunda, Cerita Emir, Menyusui, Tips

Cara Menyapih Anak dengan Cinta

Alhamdulillahirobbil ‘alamin, hampir satu bulan ini Emir benar-benar sudah disapih. Full lepas ASI 😍 Bahkan kalau sengaja saya tawarin pun dia sudah nggak tertarik 😂 Alhamdulillah saya juga bisa menerapkan cara menyapih anak dengan cinta. Walaupun sedikit kasihan, karena seharusnya masih 2 bulan lagi menjelang usia 2 tahunnya. Tapi saya tetap bersyukur dan bahagia 😍

Mungkin karena bantuan susu tambahan juga. Karena pas mau melahirkan Elis, saya terpaksa merelakan untuk memberi Emir susu tambahan. Sedih nggak bisa full ASI buat dia 2 tahun. Tapi saya sadar bahwa kondisi setiap orang tidak bisa disamakan. Dan punya dua anak dengan jarak dekat, mungkin memang mengharuskan saya mengalahkan ego pribadi.

Lantas, cara apa yang saya lakukan untuk menyapih Emir dengan cinta?

via Pixabay

Niat yang kuat.

Sejak Elis 3 atau 4 bulan tepatnya, saya sudah menanamkan bahwa Emir harus segera disapih. Karena saya mulai merasa capek menyusui dua bayi 🙈 Mau dipompa pun nggak ada hasilnya. Jadi saya sendiri memang sudah menyiapkan tekad untuk menyapih. Akhirnya ya nggak ada drama bahwa saya nggak tega menyapih Emir hehe. Mungkin kondisi juga sih yang memudahkan saya. Dengan adanya Elis, saya jadi lebih siap untuk menyapih.

Disounding terus.

Saya sudah melakukannya dari bulan-bulan kemarin. Seeeetiap hari saya sounding, “Emir udah besar, udah lepas nen. Udah nggak nyusu lagi. Nen nya buat dedek aja ya.” Itu terus yang saya bisikkan di telinganya setiap kali dia mau tidur dan nyusu dengan saya.
Saya juga suka menyelipkan di tengah-tengah kami bermain. “Emir udah nggak nen ya. Udah gede ya. Buat dedek aja.” Dan kadang juga sambil dinyanyikan ala saya haha.
Nah mungkin itulah yang masuk ke alam bawah sadarnya dia. Karena sering dengar, alhasil merasuk di dirinya. Jadilah dua minggu sebelum minggu kemarin, dia sudah benar-benar tidak minta nyusu lagi ke saya.

Dikurangi frekuensinya. Jangan menawarkan, jangan menolak.

Selain sounding, saya juga mengurangi frekuensi menyusu untuk Emir. Jadi setelah adiknya usia 4 bulanan, kalau Emir tidak minta nyusu, ya tidak akan saya kasih. Kalau dia minta, baru saya kasih. Jadi tidak ada penawaran maupun penolakkan. Semua tergantung Emir sendiri. Cara ‘tidak menawarkan, tidak menolak’ yang sering diajarkan untuk Weaning With Love (WWL) atau menyapih dengan cinta ini menurut saya memang sangat efektif karena sudah terbukti sendiri ketika saya praktekkan.

Dialihkan perhatiannya.

Mengusahakan untuk mengalihkan perhatiannya. Pas awal niat nyapih, saya dan suami sudah memikirkan cara supaya dia tidak sering-sering nyusu lagi. Karena sebenarnya Emir tipe yang kuat menyusunya. Jadi biasanya Emir akan diajak bermain. Semakin banyak main, dia akan capek. Dan kalau sudah capek, dia bisa tidur sendiri tanpa saya. Bahkan ini sudah berlaku ketika umurnya masih 10 bulan 😂
Atau cara lainnya misalnya digendong sampai tidur sama ayahnya. Bisa juga disholawatin, dipijit-pijit atau dielus-elus. Jadi kalau di tengah tidur dia merengek, kita pijit kakinya, atau elus-elus kepalanya. Cukup efektif untuk bikin dia tidur lagi 😁

Kerja sama dengan suami.

Ini sih yang terpenting. Sejak niat sudah ada dalam diri ibu, tinggal komunikasi dengan ayahnya anak. Dengan begitu, suami bisa diajak kerja sama. Begitu pun saya dengan suami. Misalnya Emir mau tidur, ya minta tolong sama ayahnya untuk nidurin dia. Dengan cara apapun. Mau dikasih susu, digendong, dipijit, dielus, atau apapun yang penting sampai tidur 😁 Kecuali kalau Emir benar-benar merengek, nggak mau tidur, barulah saya datang untuk menyusui. Begitu yang setiap hari saya lakukan. Alhasil sekarang Emir sudah terbiasa tidur sendiri atau tidur dengan ayahnya. Kalau pun tidur dekat saya, dia cuma saya sholawatin, pijit-pijit aja kaki atau tangannya. Dan dia sudah mengerti untuk tidak minta nyusu lagi 😁 Bahkan dia sudah tidak perlu minum susu tambahan lagi sebelum tidur karena minggu kemarin sempat terkena disentri. (Khusus disentri ini, insya Allah nanti akan saya ceritakan di post tersendiri ya). Jadi pure, sekarang dia sudah bisa tidur sendiri 😍

Doa.

Yah, kita hanya manusia yang bisa berusaha, sisanya kita bisa minta sama Yang Maha Kuasa. Termasuk urusan menyapih ini. Setiap kali habis sholat, saya kuatkan doa dengan minta sama Allah supaya saya bisa menyapih Emir dengan baik. Tanpa membohonginya dengan cara-cara kuno. Tanpa drama apapun. Dan Emir bisa mengerti sendiri. Alhamdulillah do’a saya dikabulkan.

Sekarang saya bersyukur semua bisa teratasi dengan baik. Emir sudah mengerti bahwa dia tidak menyusu lagi dengan saya. Dia juga mengerti kalau bundanya lagi menyusui adiknya, ya dia main sendiri atau tidur sendiri. Lebih Alhamdulillah lagi, karena ada Elis, saya pun tidak ada drama payudara jadi penuh karena setelah menyapih Emir, saya masih menyusui Elis. Masya Allah.

Mungkin ini jawaban Allah atas buah dari kesabaran saya juga. Bahwa niat saya kuat untuk menyapih Emir tanpa cara kuno seperti memberi kunyit, kasih plester, betadine, atau apapun pada payudara yang intinya sama dengan membohongi anak. Nyatanya, niat dan doa yang tuluslah yang menjawabnya.

Terima kasih Ya Allah, telah Kau mudahkan segalanya.
Terima kasih
Emir. Terima kasih, Nak, sudah mau bekerja sama dengan Bunda 😊

Tagged , , ,

About Ade Delina Putri

Blogger, Bookish, Stay at Home Mom Keep smile, keep spirit, positive thinking ^^
View all posts by Ade Delina Putri →

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.