Cerita Emir, Kids

Disentri Membawa Berkah

Hari Minggu, 28 Januari kemarin saya sedih banget. Emir sempat Buang Air Besar sebanyak 10 kali dalam sehari. Saya sudah curiga kalau dia kena diare. Karena BAB nya pun sudah cair. Tapi suami masih santai aja. Katanya, “kita tunggu aja dulu sampai hari Senin besok.” Karena Emir memang nggak menunjukkan bahwa dia lemas, demam, atau nggak nafsu makan. Semua masih seperti biasa. Tapi begitu Senin pagi, benar aja kalau BAB nya sudah keluar darah bahkan lendir. Ditambah malam sebelumnya muntah. Akhirnya saya dan suami memutuskan langsung ke rumah sakit untuk periksa. Then, Emir terserang disentri! Hiks.

Disentri adalah infeksi pada usus yang menyebabkan diare yang disertai darah atau lendir. Diare merupakan buang air besar encer dengan frekuensi yang lebih sering dari biasanya. Di samping diare, gejala disentri lainnya meliputi kram perut, mual atau muntah, serta demam. – Alodokter

Dokter anaknya nggak bilang sih bahwa Emir kena disentri. Beliau hanya bilang, ususnya infeksi karena sudah sampai keluar lendir. Dan ketika dilihat dari tekstur BAB yang kami foto sebelumnya, dokter bilang itu sudah terkena bakteri amoeba. Pas saya coba cari di internet dari gejalanya, ternyata itulah yang namanya disentri 😩

via Pixabay

Tapi saya bersyukur Emir tidak sampai dirawat, hiks. Hanya diterapi dengan 8 macam obat kalau tidak salah. Empat obat dijadikan puyer, satu obat sirup antibiotik, satu obat sirup Zinc, Lacto B, dan oralit khusus anak. Alhamdulillah sekarang dia sudah sembuh.

 

Apa saja gejala disentri?

Yang terjadi pada Emir kemarin itu diare, muntah, dan rewel. Mungkin rewel itu sebagai tanda perutnya sakit. Kalau keluar BAB terus menerus memang membuat perut panas. Ditambah keluar darah dan lendir pula BAB nya.

Yang lebih parah gejala disentri selain diare keluar darah dan lendir, yakni disertai

  • demam atau menggigil
  • mual atau muntah
  • sakit saat buang air besar
  • kehilangan nafsu makan
  • penurunan berat badan

Kalau sudah ada gejala itu, sebaiknya segera ke dokter. Sebelum anak dehidrasi dan bertambah parah.

 

Penyebab disentri

Penyebab disentri ini bisa jadi dari:

  • Tidak mencuci tangan setelah melakukan apapun.
  • Makanan, minuman yang terkontaminasi
  • Air yang digunakan sehari-hari yang kurang terjaga kebersihannya.

Jika standar kebersihan rendah, misalnya tidak ada saluran pembuangan yang higenis, amoeba akan mengkontaminasi area sekelilingnya termasuk makanan dan air. – Alodokter

 

Pencegahan disentri

Belajar dari kasus disentri Emir, saya jadi lebih aware soal kebersihan. Walaupun sudah berusaha menjaga di rumah, tapi saya tetap saja tidak tahu dari mana datangnya bakteri. Jadi untuk mencegah disentri ini:

  • Membiasakan diri dan mengajarkan anak-anak untuk selalu cuci tangan setelah melakukan apapun termasuk bermain.
  • Menjaga kebersihan makanan dan minuman yang masuk ke mulut terutama yang beli dari luar.
  • Menjaga kebersihan rumah.
  • Memotong kuku secara teratur.

 

Disentri membawa berkah

Lho kok penyakit membawa berkah sih? Hehe kan memang pada dasarnya sakit itu berkah karena menghapus dosa. Tapi kalau batita, apa sudah punya dosa? Tentu belum. Yang saya maksud berkah di sini adalah efek kena disentri, Emir jadi full lepas susu sama sekali 😍 Karena segala produk susu tidak dibolehkan jika sakit disentri. Alhasil seminggu kemarin Emir sudah tidak dipancing susu lagi kalau rewel. Dengan terbiasa tanpa susu, dia sudah tidak minta susu sama sekali. Finally, dia pun bisa tidur sendiri, tanpa susu apapun! 😍 Jadi cuma kita kelonin aja hehe.

Berkah yang kedua adalah ketika nafsu makannya kalau kata orang jawa ‘ngragas’. Apa ya, kasarannya gila-gilaan deh pokoknya. Sudah makan bubur banyak, nanti masih lapar lagi. Jadi ngemilnya juga masya Allah. Walaupun nggak dibolehkan makan nasi, sayur, dan buah, Emir tetap aja lahap. Tapi tetap kami kontrol sih. Karena kata dokter memang begitu efeknya nanti. Entah karena obatnya ada yang meningkatkan nafsu makan atau seperti apa, yang jelas tetap tidak boleh berlebihan.

Well, setiap sakit itu memang ada hikmahnya. Kita mungkin ngeluh bahwa sakit artinya harus ‘membayar mahal’, dan tidak tega melihat anak yang kesakitan. Tapi di belakangnya, siapa sangka, bahwa ternyata Allah menyiapkan rencana yang indah 😊

Tagged , , , , , ,

About Ade Delina Putri

Blogger, Bookish, Stay at Home Mom Keep smile, keep spirit, positive thinking ^^
View all posts by Ade Delina Putri →

12 thoughts on “Disentri Membawa Berkah

  1. intinya menjaga makanan dan kebersihan. susah juga sih ngajarin anak buat bersih kayak abis ke toilet cuci tangan, sebelum makan cuci tangan, emang mereka lagi masa2 asyik main. ortunya harus ekstra jaga kesehatan anak nih

  2. Moga2 makin sehat ya Emir. Kalau anak sakit begini kok emak berasa kecolongan gitu ya. Rayyaan pas 1 tahun pernah diare pakai muntah demam juga :/ Padahal waktu itu alat makannya masih yang direndam air panas segala sebelum makan meski sudah 1 tahun. Panik banget krn posisi lagi merantau, ga ada keluarga dan belum punya pengalaman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *