Home, Keluarga

Keluarga Sehat, Sebenar-benar Tempat Paling Nyaman

keluarga sehat

Beberapa hari lalu saya baca berita ada seorang pemuda yang berusia 21 tahun, bunuh diri karena merasa diasingkan dari keluarganya. Tidak tahu apa penyebabnya memang benar seperti itu atau tidak, yang jelas kalau benar, jujur saya merasa miris dan sedih sekali. Ini semakin meyakinkan saya bahwa semua permasalahan manusia seringkali dimulai dari tidak adanya dukungan dari keluarga. Dengan kata lain, belum terciptanya keluarga sehat.

Bukan sekali dua kali kisah seperti ini. Orang-orang terkenal yang terlihat bahagia, pada akhirnya bunuh diri karena depresi. Remaja-remaja yang baru memasuki masa dewasanya, justru harus jatuh pada pergaulan bebas. Atau mungkin orang-orang yang terlihat bahagia di media sosial, di dunia nyatanya dia depresi. Semua bermula dari hubungan dengan keluarga yang tidak sehat. Saling sibuk dengan urusan masing-masing. Orang tua jarang memerhatikan anak. Di rumah jarang ada interaksi. Tidak adanya rasa saling sayang, peduli, dan menghormati. Hingga pada akhirnya, wajarlah jika seseorang bisa menjadi depresi dan mencari ‘perhatian’ di luar rumah 🙁

Ketika keluarga hilang, akan kemana kita melangkah?

Ada satu kutipan, “Seburuk apapun keluarga, merekalah yang tetap akan menerima kita sejauh apapun kita pergi.” Tapi jika keluarga tidak ada lagi untuk kita, akan kemana kita pulang. Limbung, bingung arah, dan akhirnya tak tahu harus kemana kita melangkah 🙁

via GIPHY

Bahkan mencari perhatian di luar pun akan berujung semu. Karena pada akhirnya semua orang akan sibuk dengan urusannya sendiri-sendiri. Kembali lagi, satu-satunya yang bisa menjadi tempat kita pulang adalah keluarga. Maka ketika keluarga, tempat terakhir kita berharap, tidak ada, terasa sakit lukalah yang menganga.

Seselisih apapun, hubungan sedarah akan terus saling berkaitan

Ketika sepasang wanita dan laki-laki menikah, maka sudah otomatislah terciptalah keluarga. Tidak peduli jumlah anggotanya, dalam satu rumah, setiap hubungan suami istri, anak, adalah keluarga. Apalagi jika sudah ada hubungan darah, maka wajar jika seselisih apapun kita dengan satu sama lain, kita tidak akan pernah benar-benar berpisah dengan mereka. Karena jika satu terluka, yang lain pasti akan terluka.

Rumah yang mewah adalah yang paling kaya interaksinya. Hingga menjadikannya sebagai tempat pulang terbaik. Sejauh apapun kita pergi, rumah selalu menerima kita saat kembali. (hlm. 109 – Menentukan Arah)

Ya, bukannya rumah yang besar bak istana. Bukan mewahnya barang-barang yang kita punya. Tapi isinyalah yang lebih bermakna. Kita butuh untuk pulang. Untuk tidur dengan nyaman. Untuk mengeluarkan segala keluh kesah dan bahagia setiap harinya. Itu semua yang paling utama adalah pada keluarga. Orang tua, kakak, adik, atau juga dengan pasangan.

Keluarga sehat, sebenar-benar tempat paling nyaman

Rumah adalah sebenar-benar tempat pulang, maka menjadikannya nyaman adalah suatu keniscayaan. Agar kehidupan kita berjalan dengan tenang.

keluarga sehat

Orang yang sukses besar dan selalu bahagia di dunia nyata, bukan semata karena kerja keras mereka. Tapi juga karena ada dukungan keluarga yang saling menyayangi. Mereka inilah yang sebenar-benar bahagia.

Tentu saja ini akan menjadi tugas utama kita semua. Suami istri lalu menjadi orang tua, hingga anaknya semua bertanggung jawab untuk menciptakan rumah yang hangat. Bernama keluarga. Keluarga sehat, yang akan menjadi sebenar-benar tempat pulang kita yang paling nyaman.

Tagged , , , , ,

About Ade Delina Putri

Blogger, Bookish, Stay at Home Mom Keep smile, keep spirit, positive thinking ^^
View all posts by Ade Delina Putri →

5 thoughts on “Keluarga Sehat, Sebenar-benar Tempat Paling Nyaman

  1. Keluarga sehat insya Allah jika seluruh anggotanya bertakwa kepada Allah. ❤ suka tulisannya. Sejauh apapun melangkah, keluarga mestinya menjadi tempat ternyaman untuk pulang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.