Cerita Emir, DIY, Kids, Tips

Playground dari Pipa = Mengurung Anak, Benarkah?

Bunda, masih ingat dengan DIY playground untuk Anak dari pipa ini? Atau sudah ikutan buat? Wah selamat kalau sudah buat ya 😀 Beberapa waktu lalu, saat saya buka Facebook, saya diingatkan kembali soal playground itu. Rupanya dulu saya pernah share Bapak yang jadi inspirator saya untuk bikin playground tersebut. Hehe makasih ya Pak 😊

Ada satu yang menggelitik saya dari post bapak itu untuk nulis soal playground ini lagi. Yakni satu pertanyaan atau pernyataan yang kurang lebih bunyinya, “(dengan playground dari pipa begitu) apa anaknya jadi dikurung begitu ya?” Atau “kok jadi kayak ayam sih anak dikurung begitu?” Sebagai – yang ikutan bikin playground dari pipa, izinkan saya ikutan jawab ya.

 

Playground dari pipa = mengurung anak?

Pertama, playground dari pipa ini dibuat BUKAN untuk mengurung anak. Jadi saya katakan pertanyaan dan pernyataan itu TIDAK BENAR. Ini harus digaris bawahi dulu. Jelas saja khususnya saya dan suami, memilih bikin playground ini bukan untuk mengurung dia atau membatasi area bermainnya. Kalau dibilang anak itu harus eksplor seluruh wilayah, agar anak berkembang dengan baik, itu benar. Tapi… Kita lanjut ke poin kedua.

Kedua, alasan keamanan. Yap, rumah kami banyak tangganya. Sementara Emir masih merangkak, itu akan bahaya jika tanpa pengawasan. Sedangkan saya, meskipun selalu di rumah, tetap saja akan ada saatnya harus ke kamar mandi. Kalau saya ke kamar mandi, siapa yang jaga sementara ayahnya kerja? Nah inilah fungsinya playground. Supaya kalau saya ‘terpaksa’ meninggalkan Emir sementara waktu, minimal dengan ditaruhnya dia di dalam playground, dia akan tetap aman. Karena tiangnya cukup tinggi untuk seukuran tinggi dia. Lagi pula, tidak 24 jam Emir terus-terusan ada di dalam playground. Pasti ada saatnya saya juga ajak dia main keluar playground.

Ketiga, playground ini tentu saja dibuat supaya Emir punya area bermain juga. Kita bebas menaruh mainan apapun di dalam playground itu. Dan orang tuanya bisa ikutan main di dalam playground. Bahkan kalau Emir tidur pun, saya dan suami suka iseng masuk ke dalam playground untuk sekedar ngobrol atau cerita tentang keluarga 😁

Yah, kira-kira begitulah alasan saya membuat playground. Lalu, kenapa harus dari pipa? Karena dapet idenya ya dari pipa 😄 Trus ditanya kenapa nggak beli aja, kan banyak tuh playground yang dari plastik dan lebih aman untuk anak? Iya sih, tapi dengan alasan penghematan, kenapa nggak bikin sendiri aja hehe. Untungnya abahnya Emir cukup cekatan, jadi mau aja kalau diminta tolong untuk bebikinan 😁

Kalau soal aman, memang mungkin lebih aman yang dijual di luar karena tidak mengandung material yang membahayakan anak. Tapi di sinilah peran penting kita sebagai orang tua, kalau kelihatan anak sudah mau ngemut (menghisap) pipanya, ya langsung kita alihkan ke yang lain. Dikasih makanan misalnya. Jadi perlu pengawasan juga dong.

Oh ya, playground dari pipa ini tetap bisa dimanfaatkan lho kalau anak sudah agak besaran. Kayak sekarang, playground di rumah kami sudah dibongkar karena Emir sudah bisa jalan. Jadi sekarang pipanya bisa dimanfaatkan untuk bikin pagar depan tangga ke atas. Dan jemuran handuk hehehe.

Gimana, Bunda masih mau buat playgroundnya untuk si kecil? Silakan ya. Kembali lagi ke masing-masing. Kita yang tahu kemampuan dan kondisinya 😊 Apapun itu, yang penting kita selalu menjaga keamanan anak ya. Karena semahal apapun mainan atau area bermain anak, keamanan tetap yang utama kan 😊

8 thoughts on “Playground dari Pipa = Mengurung Anak, Benarkah?

  1. Aku kenyang banget tiap didatengin sodara selalu komentarnya "itu ko bocah dikandangin?". Ya ampun padahal pakai pagar bayi supaya dia lebih aman main di dalam ya hehehe… Daripada anaknya merangkak ke dapur, ke halaman belakang, kemana mana. Lebih bahaya. Maklum, soalnya berduaan di rumah sama bayi kalau ayahnya kerja hahaha

  2. Mba, kebetulan aku follow akunnya cobyhouse di Ig dan mereka bilang
    "Tinggi pagar / fence tidak boleh lebih dari 60 cm dengan tujuan menjaga psikologis anak-anak agar tidak merasa terkurung. Dengan tinggi yang ideal, anak-anak di usianya masih bisa melongok keluar dan tetap bermain di dalam fence tanpa perasaan terkurung"

    Semoga bisa menambah wawasan kita lagi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *