ODOP ISB, Parenting, Tips

Inilah Cara Saya Mendidik Anak-anak

Ternyata menjadi orang tua itu memang sebuah pengorbanan yang besar. Makanya mungkin itu sebabnya kita diharuskan untuk selalu memuliakan orang tua. Karena tantangannya memang tidak mudah. Apalagi tantangan orang tua zaman now. Yang kian hari kian ‘ganas’ zamannya. Semakin banyak kebebasan diberikan. Tapi jika tidak disertai tanggung jawab, maka buyarlah semua. Makanya penting bagi kita sebagai orang tua untuk mempunyai value atau tujuan apa yang akan kita tanamkan untuk anak-anak kelak.

Maka menghadapi anak-anak pun harus kuat iman. Banyak bersabar dan ikhlas. Tidak ada yang mudah memang. Tapi bersyukurnya, sekarang juga diimbangi dengan banyaknya informasi menjadi orang tua atau yaa parenting bahasa kerennya.

Sekalipun sekarang saya mulai jarang membaca buku parenting, tapi setidaknya masih ada satu dua yang ‘nyangkut’ di kepala saya.

Cara saya mendidik anak-anak saya

Lantas, bagaimana mendidik anak zaman now? Saya yakin setiap orang tua punya caranya masing-masing. Tapi kalau boleh saya ikut berpendapat, inilah yang sedang saya lakukan untuk mendidik anak-anak saya.

1. Perkuat iman

Iman bagi saya adalah nomor satu. Inilah sebaik-baik penyelamat hidup. Anak-anak harus tahu siapa Tuhannya. Harus tahu siapa junjungannya. Dan apa pedoman hidupnya. Berhubung anak-anak saya masih kecil, maka mengenalkannya pun masih sebatas lewat sholawat, do’a sehari-hari, dan buku-buku islami yang secara tidak langsung juga mengenalkan Allah dan orang-orang teladan. Terkadang saya juga sholat dan mengaji di depan mereka agar mereka lihat. Ya harapannya semoga ada yang masuk di otak mereka. Bahkan sekarang Emir suka diajak ayahnya ke mushola. Alhamdulillah sedikit-sedikit dia sudah bisa mengikuti gerakkan takbir dan sujud walaupun memang belum sempurna.

2. Mengajarkan anak sesuai gendernya.

Anak laki-laki tidak boleh pakai kerudung dan rok. Anak perempuan tidak boleh pakai peci. Begitu misalnya. Makanya saya sangat menghindari untuk bercanda memakaikan anak lelaki kerudung, perempuan pakai peci walaupun itu buat lucu-lucuan. Emir juga tidak saya pakaikan bedak karena dia laki-laki. Cukuplah saat bayi saja dia pakai bedak ?
Ke depannya pasti akan lebih berat lagi tantangannya. Mengajarkan pendidikan seksualitas, bagaimana laki-laki dan perempuan harus bersikap, dan apa saja yang akan mereka hadapi sebagai laki-laki dan perempuan. Ffuh semoga saya dan suami bisa mendidiknya. Aamiin.

3. Tidak memberi kesempatan anak-anak untuk pegang gadget

Gadget memang tidak selamanya negatif. Dan saya bukan 100% tidak membiarkan anak-anak lihat gadget. Toh mereka tahu saya dan suami masih pegang handphone di depan mereka. Mereka juga masih sering kami beri tontonan anak-anak di hp.
Melainkan kami tidak membiarkan mereka untuk pegang sendiri. Mereka boleh nonton video, tapi harus saya atau suami yang pegang hp nya. Atau kalau pun ditaruh, harus dengan jarak jauh, atau saya dan suami ada di samping mereka. Makanya wajar kalau sampai sekarang anak-anak saya tidak mengerti caranya buka kamera, buka youtube, buka medsos. Ya gimana mau ngerti kalau buka hp nya saja mereka tidak tahu ? Mungkin kelak ketika mereka sudah sekolah atau SMP baru kami bisa kasih mereka pegang gadget.

4. Memberi dan membersamai mereka bermain dan membaca buku

Inilah cara saya supaya anak tidak terlalu terpapar gadget. Saya membelikan mereka board book anak-anak dan mainan edukasi. Tujuannya tentu saja supaya ada aktivitas yang bisa mereka lakukan. Saya bisa membacakan buku di depan mereka. Bermain bersama dengan mainan edukasi.
Kalau mereka sudah bosan dengan buku dan mainan yang ada, biasanya saya keluarkan perabotan rumah yang juga bisa mengasah otak motorik dan sensori mereka.

Well, mendidik anak memang tidak mudah. Tapi bukan berarti kita tidak bisa. Kita bisa, asal kita mau. Mau menyediakan waktu untuk mereka, membersamai mereka, dan yang terpenting memberi cinta untuk mereka seutuhnya dan setulusnya ??

Ayah Bunda sendiri, punya tips apa untuk mendidik anak-anak? Boleh sharing yuk ?

Tagged , , ,

About Ade Delina Putri

Blogger, Bookish, Stay at Home Mom Keep smile, keep spirit, positive thinking ^^
View all posts by Ade Delina Putri →

6 thoughts on “Inilah Cara Saya Mendidik Anak-anak

  1. Terimakasih sharingnya mbak.
    Menurut saya, apapun tipsnya, yang paling susah itu adalah untuk konsisten menjalankannya. Apalagi di saat badan lelah. Butuh saling menyuntikkan semangat dan kerjasama yang bagus antara kedua orang tuanya

  2. Hi mb, sori ni oot, mau tanya dong, ini di blog mbak ada hastag #satuharisatukaryaIIDN yg mau sy tanya, apa iidn yg di maksud adalah ibu ibu doyan nulis itu? Masih eksis kah itu? Kalau iya, bagaimana cara bergabung nya dan apa harus blogger atau orang yg aktif di sosmed utk bisa bergabung? Semoga di baca ya mb. Makasih sebelumnya

    1. Iya betul IIDN = Ibu-ibu Doyan Nulis. Masih eksis kok sampai sekarang di Facebook. Cara gabungnya tinggal join di grup Facebook IIDN saja. Tidak mesti blogger, ibu2 biasa pun bisa. Kalau soal aktif di medsos kayaknya iya ya. Soalnya kebanyakan program mereka masih banyak di grup Facebook. Semoga membantu ya 🙂

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.