#BincangKeluarga, Pernikahan, Tips

#BincangKeluarga: Masalah dengan Mertua, Saya Harus Bagaimana?

masalah dengan mertua

Beberapa bulan yang lalu, saya pernah iseng-iseng ngecek postingan tertinggi yang dibaca pembaca blog Celoteh Bunda. Dan hasilnya cukup mencengangkan, karena paling tinggi adalah topik mertuaΒ πŸ˜… Apakah masalah dengan mertua sepelik itu ya πŸ˜… Tapi memang permasalahan ini rasanya ada terus sepanjang zaman. Ya, iyalah ketika kita menikah, maka satu paket dengan keluarganya. Termasuk orang tuanya 😊

Dan ternyata, bukan cuma di blog saya aja topik mertua jadi bahasan yang diminati, tapi juga di akun-akun pernikahan dan parenting lain, bahasan ini selalu jadi topik yang sering dibahas atau dipertanyakan orang-orang. Di blog ini sendiri sudah ada tiga tulisan yang fokus membahas mertua.

Tapi kali ini, izinkan saya untuk membahasnya lagi. Dan sekarang lebih asyique karena saya berkolaborasi dengan Mbak Rosa, teman #BincangKeluarga. Huhu kangen nulis bareng lagi. Sudah lama kita vakum rasanya ya *lebay*. Dan saya iseng bikin banner baru. Mbak Rosa juga suka 😍

Oke, silakan dibaca ya tulisan Mbak Rosa:

Bincang Mertua

Masalah dengan mertua, saya harus bagaimana?

Saya tidak akan berpanjang kalam lagi. Topik mertua yang paling sering dibahas dan ditanya adalah, “Saya punya masalah dengan mertua. Kenapa mertua saya sering ikut campur? Anak saya jadi begini begitu karena mertua. Mertua nggak pernah ngertiin saya.” Dan sebagainya yang mungkin akan lebih banyak lagi masalahnya jika dijabarkan. Dan tentu saja permasalahan setiap orang beda-beda.

Saya baru tiga tahun nikah. Dan 2019 ini beranjak empat tahun. Dalam perjalanan yang belum panjang ini, saya cukup belajar banyak tentang dunia mertua. Dari mulai hanya baca dari kisah orang-orang, dengar teman sendiri curhat, sampai akhirnya saya mengalami sendiri. Finally, saya bisa ambil kesimpulan, bahwa ketika kita memutuskan menikah dengan pasangan, maka semestinya kita sudah paham bahwa kita bukan hanya menikah dengan suami. Melainkan juga ‘sepaket’ dengan keluarganya. Tentu saja termasuk mertua. Kecuali jika orang tua sudah meninggal πŸ™

Baca: Satu Atap dengan Mertua, Belajar untuk Mengalah

Maka sudah konsekuensi jika dalam perjalanan pernikahan kita tidak mulus. Lagi mana ada kan ya hidup mulus di dunia πŸ˜…

Saya pernah dengar ceramah seorang ustaz. Ujian dalam pernikahan itu bisa timbul dari macam-macam. Bisa mertua, ipar, saudara, pasangan kita, atau bahkan dari diri kita sendiri. Nah ketika mungkin kita mengalami masalah dengan mertua, mungkin memang itulah ujian yang harus kita jalani. Berat? Tergantung bagaimana kita memandang permasalahan tersebut.

masalah dengan mertua

Mertua adalah orang tua kita

Sepanjang hidup masalah itu akan terus ada. Dan mertua sebetulnya sama seperti orang tua kita juga. Konflik akan tetap ada. Tapi mungkin karena beliau adalah orang tua yang ‘baru kita temui’ setelah kita dewasa, maka konfliknya akan sedikit lebih rumit. Karena ya wajar, sebelumnya kita tidak hidup dengan beliau sehingga kita belum memahami beliau sepenuhnya.

Apapun omongan mertua, baik itu tentang pasangan atau anak kita, sebaiknya dituruti saja sepanjang tidak membahayakan kita, pasangan, dan anak. Bahkan sekalipun mertua menasihati kita dengan cara yang keliru, ya terima saja dulu. Simpan hanya di telinga. Kecuali jika sudah jatuh musyrik dan membahayakan, maka diberi pengertian baik-baik.

Nah ini juga pengalaman saya. Kalau memang kita sulit bicara, atau mertua seperti tidak mendengarkan kita, sebaiknya kita bicara dengan pasangan. Karena pasanganlah yang lebih mengerti karakteristik orang tuanya. Bisa jadi masalah kita dengan mertua karena kita tidak mengerti caranya bicara, bisa jadi karena kita salah cara bicara, atau yang intinya kita belum bisa memahami mertua sepenuhnya

Curhat ke pasangan dan Allah

Jadi curhat ke pasangan juga merupakan cara yang ampuh. Tidak perlu curhat ke teman atau bahkan orang yang tidak kita kenal karena hanya akan membongkar aib keluarga. Jika ingin curhat, mungkin ada baiknya ke orang-orang bijak yang memang ahli dalam urusan psikologi atau pernikahan.

Baca: Mari Kita Pahami Batasan Setelah Menikah

Langkah terakhir, ya pakai doa. Ini langkah terbesar yang paling ampuh. Apapun kendala dan masalah kita dengan mertua, bantu dengan doa pada Allah Yang Maha Kuasa. Tidak ada daya dan upaya tanpa pertolongan-Nya.

Doa kita mungkin tidak langsung diijabah, mungkin kita disuruh menunggu, atau mungkin saja ini menjadi ujian yang akan menaikkan derajat kita di hadapan Yang Maha 😊. Mungkin juga derajat inilah yang bisa menolong kita di Yaumil Akhir nanti 😊 Apapun itu, sesungguhnya setiap manusia punya ujiannya masing-masing. Jika ujiannya mungkin di mertua, semoga kita selalu dikuatkan oleh Allah. Agar menjadi hamba-Nya yang taat dan tetap ikhlas, pun bersabar 😊

Tagged , , , , ,

About Ade Delina Putri

Blogger, Bookish, Stay at Home Mom Keep smile, keep spirit, positive thinking ^^
View all posts by Ade Delina Putri →

2 thoughts on “#BincangKeluarga: Masalah dengan Mertua, Saya Harus Bagaimana?

  1. aku kalo lagi agak bete sama mertua, merepet ke suami, habis itu ploooong. tapi ALhamdulillah gak pernah sampe anggep mertua saingan dll. tanpa mereka, gak akan ada sosok suamiku yg sekarang kan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.