Cerita Bunda, Kids, Tips

Sebelum Membandingkan Perkembangan Anak, Ada Baiknya Lihat Faktor-faktor Berikut Ini

Kalau zaman dulu ibu iri pada perkembangan anak orang lain hanya berdasarkan mulut ke mulut, mungkin sekarang kita harus berlapang dada. Karena di media sosial, semuanya menjadi lebih terbuka. Termasuk soal perkembangan anak yang selalu tersaji setiap harinya. Ya itu kalau lingkup kita memang sesama ibu sih. Tapi apa lantas kita jadi bisa menahan orang lain untuk tidak ‘memamerkannya’? Jawabannya TIDAK. Karena biar bagaimana pun kendali ada di diri kita sendiri. Bukan orang yang salah. Tapi hati kita yang semestinya ditata ulang.

Saya sendiri pun sebelumnya termasuk yang sering baper lihat anak orang. Tapi sekarang ya udah agak selow. Ya udahlah, emang belum masanya aja kok. Dan saya juga mulai menyadari bahwa ada faktor-faktor yang harus kita lihat sebelum membandingkan anak. Apakah kita sudah melebihi atau minimal setara dengan si orang tua yang perkembangan anaknya lebih maju?

Faktor-faktor pendukung yang harus dilihat untuk perkembangan anak

Perkembangan setiap anak berbeda

Ini yang paling klasik. ujung-ujungnya kita memang tidak bisa menyamakan setiap anak. Ada anak 10 bulan yang giginya sudah banyak. Sementara anak kita, belum satu pun tumbuh. Sebetulnya tidak perlu khawatir. Bisa jadi anak lain mendapat kalsium yang banyak dari si ibu saat hamil. Sementara kita minum susu atau kalsium saat hamil saja jarang-jarang. Atau sering dipancing dengan makanan-makanan yang keras supaya gigi cepat tumbuh. Atau bisa saja karena memang belum masanya. Karena pada dasarnya pertumbuhan dan perkembangan setiap anak ya memang berbeda. Anak-anak yang terlahir dari satu rahim saja dalam banyak hal bisa berbeda. Ya itu karena mereka memang terlahir bukan untuk disamakan.

Jadi selama pertumbuhan dan perkembangan anak kita masih dalam garis batas yang aman, tidak perlu khawatir. Dan kalau memang benar-benar khawatir, mungkin lebih baik konsultasikan saja ke dokter ahlinya. Ketimbang niat berbagi dengan orang lain, ujung-ujungnya kita malah baper sendiri *eh :))

via Pixabay

Psikologis orang tua

Anak tetangga umur 22 bulan sudah lepas popok sekali pakai. Sementara anak kita sudah umur 2 tahun belum juga bisa lepas pospak. Balik lagi, lihat kondisi kita sebagai orang tua. Apakah kita punya kesiapan yang sama dengan orang tua si anak umur 22 bulan? Apakah kondisi kita sama mendukungnya seperti kondisi anak yang umur 22 bulan? Apakah tingkat emosi kita bisa sesabar orang tua anak tetangga?

Jadi ternyata ya psikologis orang tua itu menentukan. Kita tidak bisa menyalahkan anak karena belum bisa ini itu. Yang jadi pertanyaan, bagaimana keadaan psikologis kita selama merawat dan membesarkan anak? Jadi pahitnya kalau mau membandingkan bukan anaknya, tapi kitalah sebagai orang tua yang harus dibandingkan. Sudah samakah kita seperti orang tua lain? Sudah sesiapkah kita seperti orang tua lain? Dan sudah sabarkah kita seperti orang tua lain?

Fasilitas yang diberikan pada anak

Fasilitas yang diberikan pada anak juga ikut memengaruhi. Kita tidak bisa menyamakan anak lain yang lebih maju karena disekolahkan di sekolah montessori yang berfasilitas lengkap, dengan anak kita yang hanya di rumah dan punya fasilitas yang seadanya. Jelas sudah ketara sekali perbedaannya.

Fasilitas yang diberikan ternyata juga menentukan perkembangan anak. Permainan edukasi jelas bisa berbeda efek dengan permainan yang tidak mendukung soal edukatif.

Pemahaman orang tua juga menentukan

Orang tua yang selalu belajar akan terlihat berbeda dengan orang tua yang membesarkan anak apa adanya tanpa didukung pembelajaran. Ilmu parenting memang harus disesuaikan dengan kondisi dan faktor-faktor di atas. Tapi,

Membaca dan mempelajari ilmu juga tidak ada yang percuma. Dan sesulit apapun, ilmu tetap perlu menjadi pijakan. Setidaknya sebagai pegangan. – Ekspektasi Berbeda dengan Realita? Santai Aja Deh!

Orang tua peran terpenting dan andil terbesar

Well, pada akhirnya kitalah sebagai orang tua yang punya peran penting dan andil terbesar. Ketika melihat perkembangan anak lain lebih maju, yang sesungguhnya dilihat bukan anaknya. Tapi bagaimana cara orang tua si anak dalam merawat dan membesarkan anak tersebut. Karena peran terbesar dalam mendidik anak, tentu saja orang tua.

Maka poinnya, kita tidak bisa ‘semena-mena’ membandingkan anak kita dengan anak lain, sementara kita sebagai orang tua tidak mau dibandingkan. Karena justru permasalahan, ada di kitalah sebagai orang tua. Maka jalan satu-satunya, ya bersyukur dengan apa yang ada saat ini. Anak kita sudah tercipta sebegitu sempurnanya dari Yang Maha Kuasa. Masa yang sudah lewat ya biarkan saja. Tugas kita adalah sekarang. Menyiapkan anak-anak bertumbuh dan berkembang sesuai usia dan gendernya 🙂

Tagged , , , , ,

About Ade Delina Putri

Blogger, Bookish, Stay at Home Mom Keep smile, keep spirit, positive thinking ^^
View all posts by Ade Delina Putri →

4 thoughts on “Sebelum Membandingkan Perkembangan Anak, Ada Baiknya Lihat Faktor-faktor Berikut Ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.