#ODOPISB, Keluarga, Tips

4 Tips Atur Keuangan Selama Pandemi

atur keuangan

Pandemi belum juga berakhir. Dan entah sampai kapan ini bakal terus berlangsung. Tapi Alhamdulillah, saya dan keluarga masih diberi nikmat sehat dan rezeki yang cukup.

Soal rezeki, di masa-masa ini kita memang sama-sama berjuang. Tapi suami selalu mengingatkan untuk tetap atur keuangan dan berbelanja agar ekonomi terus berjalan. Ya, tentu saja disesuaikan dengan dana yang tersedia.

Suami istri harus terbuka masalah keuangan

Ngomong-ngomong, saya belum pintar mengatur keuangan. Saking disuruh belanja, saya malah belanja mulu *ups haha. Perintilan hobi mewarnai nih yang seringkali menggoda saya sekarang. Makanya, saya lebih percaya kalau suami yang mengelola keuangan rumah tangga.

Baca juga: Orang Tua Bukan Menjadi Beban, Tapi Karena Kita Mau Menghargai Orang Tua

Sebetulnya waktu awal-awal nikah, suami percaya sama saya untuk atur keuangan. Bahkan semua gajinya ditransfer ke saya. Sayangnya, istrinya ini terlalu payah untuk mencatat pengeluaran dan pemasukan. Maklum saya ibu rumah tangga yang sudah sibuk urusan domestik dan anak *alesan*. Akhirnya sekarang saya cuma minta uang jajan aja ke suami. Sisanya untuk yang pokok-pokok, biar suami yang atur.

Walaupun begini, kami masih saling terbuka masalah keuangan. Saya tahu gaji suami berapa, tahu pengeluaran dan pemasukannya. Begitu pun suami tahu kalau istrinya dapat pemasukan dari blog dan media sosial berapa. Sampai istrinya belanja apa saja pun tahu :))

Tips atur keuangan selama pandemi

Makanya, kalau ngomongin tips atur keuangan, better saya tanya ke suami aja ya hehe.

atur keuangan

1. Pastikan tetap ada pendapatan (kalau bisa malah ditingkatkan)

Suami tuh fokus banget masalah pendapatan ini. Beliau bilang kalau memang kita sulit menurunkan standar hidup, ya pendapatannya yang harus ditingkatkan.

Kalau memang tidak bisa meningkatkan, ya harus sadar diri untuk tidak neko-neko alias berhemat. Apalagi kita tidak tahu masa pandemi ini akan berlangsung sampai kapan hiks.

Tapi saya salut, banyak teman saya yang mulai berjualan. Kakak saya pun mulai berjualan. Saya sendiri Alhamdulillah sering mendapatkan job dari blog dan media sosial.

Nah bagi yang rezekinya berlebih, usahakan untuk tetap beli dan belanja di lingkungan terdekat atau produk-produk lokal supaya ekonomi tidak berhenti di satu sisi saja.

2. Kurangi jajan atau beli yang tidak penting

Ekonomi harus berjalan, tapi bukan berarti kita boleh boros. Tetap harus disesuaikan dengan dana yang ada dan kebutuhan. Di masa ini kita memang harus pandai-pandai memilah mana yang bisa dibeli dan mana yang bisa ditunda.

3. Siapkan dana darurat 5x kebutuhan bulanan

Dalam situasi normal pun dana darurat ini harus selalu tersedia. Sebab kita tidak tahu apa yang terjadi di masa mendatang. Bukan berarti kita mengkhawatirkan masa depan. Tapi lebih ke mempersiapkan agar sewaktu-waktu apapun yang terjadi kita tetap punya dana yang sudah tersedia.

4. Belajar investasi emas, reksadana atau kalau berani masuk saham

Saya sudah diajari suami untuk menabung emas. Sementara suami mulai merambah di saham. Investasi seperti ini juga penting agar uang kita terus mengalir dan syukur-syukur bisa meningkatkan pendapatan kita. Dan bermanfaat juga untuk masa depan nanti.

Tips atur keuangan bukan hanya selama pandemi, tapi juga dalam situasi normal

Nah 4 itulah jawaban soal mengatur keuangan dari suami. Saya rasa tips-tips di atas memang bukan hanya untuk masa pandemi. Tapi juga berguna sekali di situasi normal. Kita tetap harus punya pendapatan, harus punya dana darurat, mengatur pengeluaran, sampai mulai belajar investasi.

Semoga pandemi ini membuat kita semua menjadi lebih kuat. Dan tentunya, lebih cerdas dalam mengatur keuangan 🙂

Tagged , , , , , , , , , , , ,

About Ade Delina Putri

Blogger, Bookish, Stay at Home Mom Keep smile, keep spirit, positive thinking ^^
View all posts by Ade Delina Putri →

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.